Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
saraf kejepit

Atasi Saraf Kejepit Tanpa Perlu ke Luar Negeri di Klinik Lamina!

Saraf kejepit atau HNP (Herniated Nucleus Pulposus) dalam istilah medis, merupakan salah satu masalah kesehatan paling umum yang bisa terjadi pada banyak orang dewasa hingga lansia. Menurut jurnal kesehatan ilmiah menyebutkan bahwa, setidaknya 60-80% individu pernah mengalami masalah nyeri punggung. Meskipun merupakan penyakit umum, banyak pasiensaraf kejepit yang lebih memilih pengobatan di luar negeri, karena teknologi yang lebih canggih dan lengkap. Akan tetapi, kini Indonesia juga memiliki klinik untuk atasi HNP dengan penggunaan teknologi canggih. Yaitu klinik Lamina Pain and Spine Center.

Apakah Saraf kejepit berbahaya?

saraf kejepit

Penyebab nyeri punggung sendiri bermacam-macam. Namun, kebanyakan penderita yang mengalami masalah nyeri punggung akut dan kronis adalah akibat terjadinya gangguan pada bantalan tulang yang mengalami tekanan sehingga saraf-saraf sekitar tulang menjadi tertekan, penyakit inilah yang kita sebut sebagai saraf kejepit atau HNP. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari gejala awal yang ada pada HNP ini. Sehingga, pengobatan seringkali terlambat untuk penderita lakukan. Kurangnya kesadaran ini membuat saraf kejepit menjadi kronis, sehingga nyeri menjadi menyebar ke area lainnya, seperti paha, betis, hingga kaki. Selain itu, jika tidak segera teratasi, HNP bisa menimbulkan beberapa masalah seperti kelainan tulang belakang, hingga yang terparah adalah kelumpuhan.

Gejala

Agar terhindar dari efek negatif yang ada pada HNP, maka sebaiknya kamu harus lebih sadar mengenai gejala-gejala yang timbul, terutama jika kamu merupakan salah satu orang yang cukup sering mengalami nyeri/masalah nyeri punggung yang disertai dengan:

  • Nyeri punggung yang tidak wajar, seperti terbakar atau tertusuk di area punggung.
  • Nyeri juga biasanya akan bertambah parah jika kamu melakukan kegiatan sederhana seperti membungkuk, batuk, dan lainnya.
  • Merasakan otot-otot menjadi melemah, sehingga kamu kesulitan untuk mengangkat sesuatu, atau ruang gerak menjadi terbatas.
  • Merasakan kaki menjadi kebas atau merasa kesemutan.

Selain itu, jika kamu juga mengalami nyeri tulang belakang yang hebat bahkan sampai kamu kesulitan untuk berjalan. Maka, kemungkinan saraf kejepit sudah menjadi akut dan harus segera melakukan penanganan secara medis.

Baca juga: Klinik Nyeri Terbaik Atasi Sakit Pinggang Tanpa Operasi

Pengobatan saraf kejepit

Pengobatan pada nyeri tulang belakang akibat saraf kejepit ada dua cara yaitu dengan metode non operasi, seperti terapi fisik, konsumsi obat-obatan. Lalu, yang kedua adalah dengan metode operasi. Namun, di Indonesia sendiri pengobatan HNP  masih banyak yang menggunakan metode tradisional seperti pijat, kiropraktik, dan lainnya. Padahal metode tersebut belum terbukti secara medis dapat mengobati saraf kejepit. Selain itu, karena masih banyak orang awam yang masih tidak mengetahui mengenai teknologi terkini untuk pengobatan, maka tindakan seperti operasi masih sangat jarang penderitanya lakukan. Padahal, saat ini Indonesia memiliki teknologi canggih untuk atasi saraf kejepit. Salah satu tindakan tersebut adalah metode endoskopi tulang belakang. Bahkan, tim dokter spesialis bedah saraf di Lamina sendiri telah melakukan 1200 tindakan endoskopi untuk atasi saraf kejepit. Jumlah tindakan tersebut merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Tindakan di klinik Lamina

Tindakan endoskopi tulang belakang di Lamina merupakan tindakan atasi HNP dengan memanfaatkan alat endoskop. Dengan sayatan kurang dari 1 cm, waktu tindakan hanya 20-40 menit, minim risiko, dan minim perdarahan, metode endoskopi ini dapat menghilangkan nyeri akibat sara. Untuk kamu yang mengalami nyeri saraf kejepit, kamu bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli di Klinik Lamina, dengan layanan konsultasi ataupun datang langsung ke klinik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tindakan, biaya, hingga jadwal dokter silahkan hubung nomor Whatsapp yang ada pada laman website kami.

Baca juga: Meminimalisir Cedera dan Nyeri Dengan Fisioterapi

Artikel Terkait