Bahaya Nyeri Punggung Setelah Jatuh, Segeralah Berkonsultasi ke Dokter Ahli di Klinik Lamina

JAKARTA — Nyeri punggung akibat sebelumnya pernah mengalami jatuh yang mengakibatkan cedera banyak diakui sejumlah pasien di Lamina Pain and Spine Center.

Meski tak selalu berhubungan, namun tak menutup kemungkinan riwayat terjatuh bisa di sumber nyeri punggung kronik. Beberapa cedera karena jatuh bisa menghalangi dari kegiatan sehari-hari. Seperti misalnya bekerja, berkendara, atau mengurus keluarga.

“Seperti berita terakhir yang kita dengar tentang anak SMA asal Jawa Tengah yang jatuh dalam posisi duduk setelah temannya menarik kursinya. Ini bisa sangat berbahaya,” kata Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dalam paparannya saat Mini Gathering for Physio Practitioner di Klinik Lamina, RS. Meilia Cibubur.

Seperti diberitakan media massa, anak tersebut langsung merasakan kesakitan sangat, pusing dan ingin muntah setelah terjatuh. Diduga anak SMA tersebut mengalami cedera tulang ekor (cocciyx) yang bisa berisiko kelumpuhan hingga kematian.

JENIS JATUH DAN EFEKNYA

Ada dua kategori tergelincir dan jatuh, tergantung pada penyebab dan arah jatuhnya. Jika penyebabnya adalah lantai yang licin, korban biasanya jatuh terjerembab ke arah belakang.

Sebaliknya jika jatuh karena terantuk sesuatu misalnya saja batu, orang cenderung jatuh ke arah depan. Dua-duanya sama-sama berbahaya pada kasus tertentu. Tapi efeknya ke tulang belakang berbeda.

Intinya jika nyeri punggung langsung terasa setelah jatuh jangan tunda lagi. Segera hubungi dokter ahli saraf atau bedah saraf.

Umumnya memang orang tidak langsung merasa nyeri punggung setelah terjatuh, kecuali pada kasus berat seperti anak SMA itu. Rasa nyeri bisa jadi muncul sehari atau beberapa hari sesudah kejadian.

Tapi rasa nyeri dari bekas jatuh tetap ada. Beberapa cedera yang mungkin bisa ketahuan sesaat setelah jatuh atau beberapa waktu kemudian adalah:

1. Cedera Tulang Leher.
Cedera pada tulang belakang akan lebih berbahaya jika menyerang saraf dan tulang leher. Tulang mungkin bisa bergeser, dan sangat mungkin merusak sara tulang belakang. Situasi tak stabil ini bisa membutuhkan koreksi dengan pembedahan.

2. Fraktur.
Tulang yang retak atau patah di tulang belakang bisa menyebabkan nyeri luar biasa. Jika Anda jatuh ke belakang, area paling berisiko adalah tulang ekor. Fraktur bisa beragam tingkat keparahannya, mulai dari retak ringan hingga fraktur tulang yang mirip ledakan.

3. Herniated disc
Atau herniasi diskus, yakni ketika ‘isi’ bantalan ruas tulang belakang yang lebih lunak bocor keluar dari cangkangnya yang lebih keras. Dampaknya saraf di sekeliling diskus yang terherniasi ini berisiko terjepit. Inilah yang menyebabkan nyeri. Kondisi ini bisa menyerang mulai dari leher, punggung, kaki dan bokong.

Ketika herniasi diskus menekan saraf, penderita akan merakan kesemutan, lemah dan kebas di salah satu organ tubuhnya. Herniasi diskus juga dikenal sebagai saraf kejepit atau slipped disc.

4. Cedera jaringan lunak
Jatuh sering kali juga menyebabkan keseleo atau terkilir pada otot, tendon dan ligamen. Selain rasa nyeri, gejala seperti pembengkakan dan kehilangan fleksibilitas atau kelenturan.

Terkilir yang serius biasanya yang menyerang leher. Cedera ini bisa diatasi dengan tindakan tanpa pembedahan, termasuk terapi fisik.

5. Cedera whiplash
Meski cedera whiplas biasanya muncul pada kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh yang buruk bisa menimbulkan efek yang sama. Seperti misalnya jatuh ke arah depan yang sangat mendadak.

Tak seperti cedera whiplash dari kecelakaan mobil, cedera dar jatuh biasanya menyebabkan nyeri di punggung bawah atau kaki.

Untuk cedera jatuh yang ringan, tirah baring dan penggunaan obat antiperadangan akan sangat membantu. Untuk cedera yang lebih serius, tindakan bisa mulai dari fisioterapi sampai pembedahan.

Beberapa nyeri dari cedera karena kecelakaan bisa sembuh dengan mudah. Namun beberapa jenis cedera lain mungkin akan membuat penderita mengalami disabilitas permanen.

PERHATIAN KONDISI ORANG YANG JATUH

Pakar nyeri Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, meminta siapapun yang menyaksikan orang lain terjatuh, baik terjerembab atau terjengkang untuk memperhatikan kondisi korban dengan sebaik-baiknya untuk pertolongan.

“Kalau masih tersadar harus diobservasi ketat apalagi jika anak-anak merasakan sakit karena terbentur,” katanya. Berikut tiga kondisi yang harus diwaspadai:

1. Muntah dan kejang.
Waspadai jika korban jatuh merasa muntah atau kejang. Bisa jadi ada masalah atau luka di otaknya.

2. Cenderung tertidur atau setengah sadar.
Hati-hati juga ketika anak masih sadar namun terkesan cenderung tertidur usai terpeleset. Dikhawatirkan ada luka tumpul di kepalanya yang membuat kesadarannya terganggu.

3. Luka lebam
Luka lebam akibat atau luka tumpul seringkali disepelekan. Meski dari luar terlihat tak ada yang mengkhawatirkan, tetapi di dalam bisa terjadi tulang di kepala atau punggung patah atau retak.

APA YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA JATUH

Saat Anda jatuh, yang palig penting dilakukan adalah jangan panik. Meski Anda merasa kaget tetaplah berusia tenang, sikap ini akan membantu Anda menghadapi situasi tersebut.

Apapun yang Anda lakukan kemudian sangat tergantung pada apakah Anda terluka dan apakah Anda bisa bangun tanpa bantuan orang lain.

Cobalah untuk mengecek kondisi Anda sendiri dengan beberapa hal berikut:

1. Memeriksa cedera.
Yang harus Anda lakukan sebelum bangun dari jatuh adalah memeriksa apakah ada cedera. Ambil waktu beberapa menit untuk memeriksa tubuh Anda jika ada cedera.
– Jika Anda terluka, cobalah untuk bangun dari lantai
– Jika Anda tak bisa bangun dari lantai, cari bantuan. Berusahalah untuk menjaga suhu badan tetap hangat dan mencoba untuk bergerak semaksimal mungkin.

2. Berusaha bangkit dengan perlahan.
Jika Anda tak cerdera dan merasa cukup baik, Anda bisa mencoba untuk bangun dari lantai dan mencari posisi seaman mungkin. Cara terbaik sangat tergantung dari masing-masing pribadi. Berikut alternatifnya :

— Berguling ke salah satu sisi dan secara perlahan bangkit dnegan bertumpu pada tangan dan lutut.
— Cobalah untuk merangkak ke permukaan yang lebih kuat untuk jadi penyokong Anda untuk bangun. Misalnya kursi atau tangga.

3. Objek penyangga.
Gunakan objek yang bisa menopang berat badan Anda dengan tangan, geser satu kaki ke depan sehingga rata di lantai. Lutut Anda yang lain harus tetap berada di lantai. Dorong lengan dan kaki, perlahan hingga Anda dalam posisi bangkit dengan kaki Anda, perlahan-lahan bangkit ke posisi duduk. Duduklah selama beberapa menit sebelum mencoba untuk melakukan hal lain.

SEMAKIN CEPAT MENGUBUNGI DOKTER LEBIH BAIK

Diagnosis yang akurat adalah langkah pertama menuju perawatan dan penyembuhan. Pasien harus memberikan penjelasan rinci tentang apa yang terjadi selama kecelakaan, yang akan membantu mereka pada awalnya mengenai sumber rasa sakit.

Faktor risiko, seperti osteoporosis, dibahas. Seorang ahli bedah kemudian akan melakukan pencitraan diagnostik untuk secara definitif mengidentifikasi sumber cedera pasien dan menilai tingkat cedera.

Setelah diagnosis, mereka akan menyusun rencana perawatan dan terapi, serta menawarkan manajemen rasa sakit.

Jika Anda atau orang yang dicintai menderita sakit punggung karena cedera tergelincir dan jatuh, hubungi dokter ahli di Klinik Lamina yang berpengalaman untuk pemeriksaan dan penjelasan lengkap tentang opsi perawatan. (***)

bahaya nyeri punggung

RS Meilia, Lantai 7, Jl. Alternatif Cibubur KM1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat 16454

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2867-8888

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now