Bangun Pagi Kok Nyeri Punggung, Ini Beberapa Sebabnya

JAKARTA — Bangun tidur di pagi hari mestinya jadi momen paling membahagiakan. Jika tidur Anda berkualitas seharusnya Anda bangun dengan tubuh yang bugar dan siap menjalankan segala aktivitas. Namun bagi pengidap nyeri punggung kenyataan tak seindah harapan itu.

Mereka sering kali terbangun dengan serangan nyeri tak tertahankan. Pada orang yang sehat, bangun pagi dengan rasa nyeri punggung bisa mengindikasikan adanya masalah mulai dari postur saat tidur, alas tidur atau matras atau penggunaan bantal. Namun bisa juga nyeri punggung adalah sebuah kondisi medis tertentu.

Efek nyeri punggung di pagi hari bisa sangat luas, bukan sekadar terganggunya mobilitas dan aktivitas. Karena itu ketahui dulu akar masalahnya lalu atasi. Di Klinik Lamina Pain and Spine Center Anda bisa mendapatkan layanan paripurna untuk segala masalah nyeri tersebut. Pemeriksaan dengan teknologi medis terdepan akan membantu mengetahui apa masalah nyeri punggung Anda.

Belum lagi para dokter yang sangat berkompetensi di bidangnya. Mereka akan membantu Anda dengan beberapa solusi masalah nyeri punggung. Berikut beberapa masalah nyeri punggung yang bisa menyerang di pagi hari:

1. Penyakit Diskus Degeneratif

Pengidap diskus degeneratif sangat mungkin bangun di pagi hari dengan nyeri punggung. Semakin bertambahnya usia, diskus juga bisa menjadi aus dan lemah. Tulang belakang juga bisa jadi menyempit. Khususnya di kanal saraf lumbar. Penyempitan ini disebut dokter sebagai spinal arthritis atau penyakit diskus degeneratif.

Kondisi ini bisa membuat saraf terjepit akibatnya muncul rasa nyeri, kakum dan terbatasnya mobilitas yang terutama menyerang bagian tubuh bawah atau leher. Tingkat nyeri mulai dari ringan sampai berat dan sangat mungkin menyebar ke bagian tubuh lain. Gejala yang dirasakan bagi bisa jadi terasa berat di pagi hari adalah akibat tidur yang tak berkualitas sepanjang malam.

Gejala lain termasuk :
-Rasa lemas, kesemutan dan kebas di kaki dan tangan.
-Rasa nyeri yang bisa semakin memburuk saat duduk, mengangkat benda dan membungkuk.
-Rasa nyeri mungkin membaik saat Anda berjalan, bergerak atau berganti posisi.

Penanganannya termasuk :
-Obat-obatan nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan acetaminophen.
-Kompres es atau hangat.
-Penggunaan korset.
-Terapi fisik.
-Bedah minimal invasif seperti Percutaneous Endoscopy Lumbar Discectomy (PELD)

2. Fibromialgia

Nyeri punggung dan kekakuan adalah gejala yang biasa dirasakan juga oleh pengidap fibromialgia. Ini adalah penyakit kronis yang bisa menyebabkan rasa nyeri, sakit dan rasa lembek di beberapa bagian tubuh. Gejala lain dari fibromialgia :

-Kelelahan.
-Sulit tidur.
-Masalah memori dan konsentrasi yang sering disebut sebagai ‘fibro fog’
-Masalah di usus besar.
-Sakit kepala.
-Kebas dan kesemutan di lengan dan kaki.

Penanganan fibromialgia tergantung pada gejala setiap orang. Tapi umumnya mencakup :

-Penggunaan pereda nyeri.
-Perubahan gaya hidup, mulai dari berolah raga kembali, makan sehat dan menyesuaikan lingkungan kerja jika memungkinkan.
-Pemanasan atau stretching sebelum bangkit dari tempat tidur, seperti menarik lutut ke dada saat telantang.
-Mandi air hangat segera setelah bangun dari tempat tidur untuk membantu sirkulasi dan melepaskan kekakuan otot.
-Sebelum tidur pastikan kamar tidur dalam suhu yang nyaman.
-Gunakan bantal yang bisa meminimalkan tegangan di punggung saat tidur.
-Bangun dari tidur dengan perlahan untuk mencegah kekejangan pada punggung.

3. Postur Buruk Saat Tidur

Postur yang buruk saat tertidur juga bisa mengakibatkan rasa tegang di punggung, pinggang dan leher. Memang tak selalu penting bagi seseorang untuk mengubah posisi tidurnya. Tapi penderita nyeri lambung bisa menggunakan bantal sebagai penyokong posisi tidur agar nyaman.

4. Matras atau alas tidur tak nyaman.

Matras yang tak mendukung penuh berat badan seseorang bisa memicu rasa nyeri saat terbangun dari tidur. Pabrik kasur biasanya menyarankan Anda mengganti alas tidur setiap 10 tahun sekali. Salah satu tanda matras Anda harus diganti adalah adanya bentuk dipermukaan kasus karena tekanan berat badan di mana biasanya Anda tidur.

Belilah alas tidur yang nyaman dan mendukung penuh tubuh Anda. Untuk pengidap nyeri punggung alas tidur yang menengah kekerasannya.

5. Kapan Harus Menemui Dokter?

Seperti dikutip dari Medical News Today, pengidap nyeri punggung harus segera menemui dokter saat nyeri tak juga hilang setelah beberapa waktu atau ada masalah dengan sesak nafas. Demikian pula dengan penderita nyeri punggung di bagi hari yang tak kunjung membaik.

Penderita nyeri punggung juga harus segera ke dokter jika keluhan sudah diikuti dengan keluhan lain sebagai berikut:
-Masalah berkemih dan buang air besar.
-Kelumpuhan atau rasa lemah di lengan atau kaki.
-Nafas pendek. (***)

RS Meilia, Lantai 7, Jl. Alternatif Cibubur KM1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat 16454

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2867-8888

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now