Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
Nyeri hilang dengan terapi listrik

Begini Cara Mudah, Nyeri Hilang Dengan Terapi Listrik

Nyeri hilang dengan terapi listrik bisa hilang dengan permanen. Terapi listrik menggunakan arus listrik yang bermanfaat untuk mengatasi nyeri karena berbagai kondisi seperti, gangguan pada saraf, akibat operasi hingga setelah persalinan. 

Terapi menggunakan aliran listrik atau Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation atau TENS. Memiliki beberapa keunggulan namun juga efek samping. Pada sebagian orang metode TENS cukup efektif, namun dalam beberapa kondisi, juga pasien yang akan menjalani metode ini perlu melakukan konsultasi dengan dokter. 

Mengenal TENS dan cara kerjanya

Nyeri hilang dengan terapi listrik

Melansir dari Web MD (2021), metode TENS dengan menggunakan mesin berukuran kecil umumnya disebut sebagai TENS unit. Mesin ini berfungsi untuk menghantarkan arus aliran listrik yang bervoltase rendah ke bagian dalam sistem saraf. Kemudian, arus aliran listrik yang masuk dalam dua buah elektroda akan menempel pada kulit. 

Metode TENS adalah salah satu dari beberapa opsi penyembuhan penyakit saraf. Melansir laman Healthline (2021) , TENS bermanfaat untuk mengurangi beberapa keluhan, seperti: 

  1. Endometriosis atau nyeri akibat menstruasi,
  2. Cedera akibat aktivitas olahraga dan cedera pada saraf tulang belakang, 
  3. Nyeri pada bagian punggung, leher dan juga sendi, 
  4. Peradangan pada bagian bantalan sendi dan juga peradangan otot, 
  5. Penyakit osteoporosis, multiple sclerosis, dan fibromyalgia, 
  6. Penyakit kanker. 

Arus listrik pada metode TENS unit akan mengalir pada sistem saraf pusat. Dalam kondisi ini aliran listrik akan mengirimkan sinyal nyeri yang menuju ke otak dan saraf tulang belakang sehingga nyeri akan perlahan berkurang. Dilansir dari Medical News Today (2021), metode TENS cukup aman jika dokter profesional yang menangani. Pasien bisa mengontrol intensitas durasi, frekuensi listrik dan juga durasi dari tombol kendali yang ada pada TENS unit. Umumnya pasien akan melakukan terapi selama 10-15 menit menggunakan arus listrik 10-50 Hz. 

Baca juga: Manfaat Terapi Manuthera Untuk Pasien Obesitas

Keunggulan dan efek samping dari TENS

Tens adalah metode untuk mengatasi rasa nyeri. Terapi ini bermanfaat untuk nyeri hilang dengan terapi listrik. Hasil dari terapi dengan metode TENS memang cukup beragam, namun tidak menutup kemungkinan pasien bisa sembuh secara total. 

Terapi TENS juga termasuk jenis terapi yang sederhana. Hal ini karena sebelum melakukan terapi TENS pasien tidak perlu mempersiapkan apapun. Selain itu terapi TENS juga bisa pasien lakukan sendiri di rumah. Namun, untuk terapi di rumah, pasien harus melakukan koordinasi dan juga konsultasi dengan dokter serta memahami titik bagian tubuh yang akan dipasangi elektroda. 

Sementara itu, efek samping dari terapi TENS adalah, pasien merasakan tubuhnya menggelitik, menusuk dan juga dengungan mesin yang keluar dari bunyi alat TENS. Pada beberapa pasien juga bisa mengalami alergi terhadap gel lengket yang terdapat pada bagian elektroda. Gel elektroda ini akan menempel pada kulit, jika pasien belum memahami benar penggunaannya bisa menimbulkan masalah seperti turunnya tekanan darah dan memicu kejang. 

Pasien yang tidak boleh melakukan metode TENS

Meskipun metode ini efektif dan cukup sederhana, namun nyatanya tidak semua orang bisa menggunakan metode TENS untuk nyeri hilang dengan terapi listrik. Misalnya pada wanita hamil, pasien dengan penyakit jantung, serta pada pasien dengan penyakit epilepsi. 

Misalnya, pada pasien dengan penyakit jantung. Kondisi ini bisa membuat alat TENS mengganggu kerja dari alat pacu jantung. Selain itu alat TENS juga dikhawatirkan akan mengganggu interaksi jantung dengan implan. Sementara pada pasien epilepsi, alat elektroda akan ada pada bagian leher, khawatir akan memicu terjadinya kejang. 

Baiknya sebelum memilih metode TENS, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter. Metode TENS adalah jenis terapi yang cukup efektif untuk nyeri hilang dengan terapi listrik. Efek samping dari metode ini pun relatif kecil daripada metode lain. 

Baca juga: Mengenal Teknologi Ultrasound untuk Pengobatan Nyeri Kronis 

Artikel Terkait