Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
Benarkah Nyeri Tulang Belakang Tanda Diabetes?

Benarkah Nyeri Tulang Belakang Tanda Diabetes?

Tulang belakang terkadang dapat mengalami permasalahan, sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri. Ada berbagai macam masalah yang dapat terjadi pada area tulang belakang. Akan tetapi penyebab yang paling umum adalah akibat munculnya saraf kejepit. Mengutip dari Spine Health (2020) menyebutkan bahwa penyakit berbahaya seperti diabetes mellitus atau kencing manis juga bisa menimbulkan gejala nyeri tulang belakang. Sehingga, banyak penderita salah menyalah artikan gejala nyeri yang muncul. Padahal, keduanya merupakan penyakit yang jauh berbeda. Sehingga, penanganan yang dibutuhkan  juga akan berbeda. 

Bagaimana kencing manis memicu nyeri tulang belakang 

Benarkah Nyeri Tulang Belakang Tanda Diabetes?

Penyakit kencing manis merupakan penyakit metabolisme yang memiliki risiko komplikasi pada beberapa organ, seperti jantung, ginjal, dan mata. Selain itu, kencing manis juga berisiko menyebabkan komplikasi pada jaringan ikat seperti, tulang hingga saraf. 

Mengutip dari Spine Health (2020) menyebutkan bahwa penyakit diabetes atau kencing manis bisa saja memengaruhi jaringan ikat pada tulang belakang. Kondisi ini umumnya dapat menyebabkan rasa nyeri pada penderitanya. Oleh karena itu, muncul rasa nyeri pada area tulang belakang sebaiknya tidak dihiraukan begitu saja oleh para penderitanya. Selain karena kencing manis sendiri merupakan penyakit yang berbahaya dan mematikan. Gejala nyeri di area punggung dan sekitarnya juga bisa menjadi salah satu gejala masalah pada tulang belakang yang tak kalah mematikan dan bisa menimbulkan kelumpuhan pada penderitanya. 

Untuk itu, segeralah untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan aga bisa mendeteksi penyakit secara dini. 

Beberapa masalah tulang belakang akibat kencing manis

Mengutip dari Spine Health (2020) Mary George, seorang dokter umum menyebutkan bahwa ada beberapa penyakit yang biasanya dikaitkan dengan beberapa gejala pada kencing manis , di antaranya: 

  • Degenerasi cakram pada area pinggang 

Kondisi ini biasanya terjadi ketika rusaknya satu atau lebih cakram di tulang belakang bagian bawah. Biasanya, degenerasi cakram rentan terjadi pada orang yang mengalami kencing manis lebih dari 10 tahun lebih. 

  • Spinal stenosis 

Penyempitan ruam pada tulang belakang atau yang terkenal dengan nama spinal stenosis. Gejala utama pada spinal stenosis adalah muncul rasa nyeri di area punggung bawah. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa 25% penderita stenosis mengalami masalah kencing manis. 

  • Vertebral osteomyelitis

Kondisi ini terjadi akibat adanya infeksi bakteri pada vertebrata tulang belakang yang menyebar ke area cakram tulang. Penyakit kencing manis ini sangat rentan mengembangkan penyakit ini. 

Baca juga: Konsultasi dengan Dokter Bedah Syaraf Terbaik di Jakarta

Pentingnya konsultasi dan pemeriksaan

Beberapa masalah nyeri punggung akibat kencing manis seperti di atas tentu saja dapat berisiko memicu penyakit komplikasi lainnya. Salah satunya adalah saraf terjepit, yang dapat terjadi akibat degenerasi cakram hingga spinal stenosis. Nyeri punggung pada penderita kencing manis dapat dengan mudah menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Oleh karena sebaiknya segeralah melakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter spesialis bedah saraf untuk memeriksakan kondisi nyeri yang kamu alami. Dengan biaya konsultasi yang cukup terjangkau, klinik Lamina Pain and Spine Center ini bisa menjadi klinik nyeri pilihan terpercaya untuk mengonsultasikan masalah nyeri yang kamu alami. Untuk mengetahui informasi mengenai biaya konsultasi, lokasi, hingga jadwal dokter, silakan untuk klik di sini! 

Baca juga: Ini Penyebab Nyeri Bahu Setelah Melakukan Vaksinasi COVID-19!

Artikel Terkait