Di Klinik Lamina Cuma Perlu 20 Menit untuk Hilangkan Nyeri Lutut Membandel Sekalipun

JAKARTA — Tahukah Anda bahwa salah satu ciri khas kaum milenial adalah kepedulian mereka yang tinggi akan kesejahteraan orang tua mereka? Salah satunya adalah keinginan mereka untuk bisa maksimal menjaga kesehatan orang tua mereka.

Maka tak heran jika Anda berkunjung ke Lamina Pain and Spine Center yang dulu bernama Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, banyak kaum milenial yang hadir untuk menemani orang tuanya berobat.

Misalnya untuk kasus-kasus nyeri sendi. Kasus ini bisa dikatakan khas pada mereka yang berusia lanjut. Degenerasi bagian-bagian tulang bisa menimbulkan rasa nyeri yang sangat menganggu dan menghalangi mobilitas.

“Misalkan nyeri lutut karena osteoatritis. Biasanya yang paling banyak dikeluhkan pasien itu pada nyerinya, dan pasien minta diobati nyerinya dulu karena sangat mengganggu,” kata Dr. Mahdian Nur Nasution, ahli bedah saraf dari Klinik Lamina.

Di Klinik Lamina untuk mengatasi nyeri sendi ada beberapa pilihan mulai dari suntikan kortikosteroid, Platelet-rich Plasma (PRP) dan yang paling canggih adalah terapi Radiofrekuensi Ablasi (RF).

RF menggunkan gelombangh radio yang aman dan cepat sebagai genicular nerve block (ablation) untuk memblok rasa nyeri sehingga tidak dikirimkan dari ujung saraf. Diharapkan pembaalan rasa nyeri ini bisa brelangsung sampai 24 bulan.

“Cukup dengan waktu total 15-20 menit diinjeksi dengan tiga jarum suntik, dengan dialirkan gelombang radio frequency itu, di mana jarum suntiknya ditempatkan pada tiga saraf di lutut yang mengatur sensasi nyeri ke otak,” kata Dr. Mahdian.

Sebagai sebuah terapi yang menawarkan sensasi bebas nyeri, banyak keuntungan yang didapat. Mulai dari penyembuhan yang lebih cepat, tidak membuat takut pasien apalagi yang berusia lanjut dibanding bedah terbuka, dan hasil dari hilangnya rasa nyeri akan membuat pasien bisa bergerak lebih banyak dan lebih bebas.

Bagaimana Mengurangi Nyeri Lutut

Meski umumnya menyerang usia lanjut, kita bisa mencegah, minimal menunda lebih lama serangan nyeri lutut dengan beberapa cara ini:

1. Jika bergerak jangan lupakan pemanasan

Pemanasan penting sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas lainnya. Terutama jika yang Anda lakukan adalah olahraga intensitas tinggi.
“Jika Anda melakukan pemanasan komplit, otak kita akan mengenali gerakan-gerakannya dan secara bertahap suhu tubuh akan meningkat untuk membantu jantung memompa darah lebih efisien untuk menggerakan otot,” kata Jeffrey Duarte ahli masalah penampilan dari NY Sports Science Lab. Sebagai tambahan, setelah pemanasan, otot akan mendapat waktu untuk terisi dengan darah, ini akan mencegah terjadinya kejang.

2. Kurangi berat badan.

Lutut Anda menanggung beban berat tubuh sepanjang usia kita. Jika berat Anda berlebih artinya tiap kilogram kelebihan berat adalah beban tambahan juga buat lutut.
“Bayangkan jika Anda bergerak seharian dengan tas punggung seberat 5 kilogram, lama-lama Anda akan merasakan nyeri punggung, pinggul, dan lutut. Inilah bukti beratnya ekstra beban untuk lutut Anda,” kata Charles Bush-Joseph, ahli bedah ortopedik di Rush University Medical Center.

3. Ganti pola makan Anda

Memang tak ada “superfood” atau makanan super yang bisa langsung menyembuhkan nyeri lutut. Namun memasukkan beberapa jenis makanan ke diet Anda bisa membantu untuk menguatkan lutut sekaligus melawan peradangan yang bisa mengurangi rasa nyeri.
Menurut Arthritis Foundation (AF), Anda sedikitnya harus mengonsumsi asam lemak omega-3 dalam bentuk seperti ikan (salmon, tuna, mackerel) atau kacang kedele. Susu dan sayuran hijau bisa menguatkan tulang, sementara makanan seperti minyak zaitun, cheri dan teh hijau berfungsi sebagai anti-peradangan.

4. Lakukan aktivitas intensitas rendah.

Untuk hidup sehat, penting untuk terus aktif bergerak. Tapi untuk mereka yang mengidap nyeri lutut, berat untuk membayangkan melakukn olahraga seperti lari dan kelas HIIT.
Maka sebagai pengganti berjalan dan naik sepeda stastis adalah alternatif yang baik. Anda mungkin ingin mencoba Tai Chi dan olahraga air. Penelitian menyebtkan bahwa kedua olah raga ini bisa meredaka nyeri kronis dan disabilita.

5. Gunakan sepatu yang tepat.

Jika Anda terus menerus mengalami nyeri di lutut, cek sepatu Anda. Anda harus menggunakan sepatu yang nyaman, mendukung sepatu sebaik mungkin. Simpan high heels Anda hanya untuk acara-acara spesial. “High heels tidak baik untuk lutut Anda, dan tak baik untuk kaki Anda,” kata Patience White, ahli rheumatologis. Penting juga memastikan Anda menggunakan sepatu yang tepat saat berolah raga.

‘Dengarkan’ Tubuh Anda

Meski sering dianggap sepele nyeri sebenarnya adalah ‘jeritan’ tubuh akan sesuatu yang salah. Belajarlah mendengarkan apa kebutuhan tubuh Anda.
Kapan Anda telah terlalu memaksakan tubuh untuk bekerja, kapan tubuh mendapatkan istirahat yang berkualitas. Kapan terakhir Anda duduk dengan tegak, bernafasdalam dan melakukan peregangan saat dibutuhkan?

Memahami Nyeri Anda

Secara umum, jika Anda mengalami keseleo atau terkilir di otot atau sendi, beristirahat dan mencegah beban di area cedera adalah langkah awal terbaik. Lakukan langkah proteksi, istirahat, kompres panas/ dingin dan elevasi.

Jika nyeri tak hilang juga, bengkak tak hilang-hilang dan Anda semakin kesulitan untuk melakukan aktivitas harian, inilah saatnya bertemu dengan ahli medis yang kompeten. Beristirahat memang penting, tapi lebih penting menemukan akan masalah dan menyelesaikannya demi masa depan Anda.

Ini adalah saat ketika Anda harus segera menghubungi dokter:

– Nyeri sudah berlangsung antara 3-4 hari.
– Terasa semakin parah.
– Tak ada hari yang tidak Anda jalani tanpa rasa nyeri yang mengganggu.
– Nyeri terasa tumpul tapi tak hilang-hilang juga.
– Nyeri berasal dari kejadian traumatik. (***)

hilangkan nyeri lutut

RS Meilia, Lantai 7, Jl. Alternatif Cibubur KM1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat 16454

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2867-8888

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now