Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
pantangan saraf kejepit

Hindari Berbagai Pantangan Ini untuk Mencegah Saraf Kejepit

Anda mengalami nyeri tak tertahankan akibat saraf kejepit? Nah, ternyata ada beberapa pantangan saraf kejepit yang sebaiknya dihindari agar tidak memperburuk kondisinya. Saraf kejepit dapat menimbulkan sejumlah gejala yang mungkin sangat membahayakan. Rasa nyeri yang menjalar hingga kelemahan otot menjadi ciri saraf kejepit yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, terkadang keluhan lainnya pun ikut menyertai seperti mati rasa, kesemutan dan kesulitan menggerakkan anggota tubuh. Pada kasus yang lebih parah, efeknya bisa berujung pada kelumpuhan dan kerusakan saraf permanen. 

Faktor Risiko Saraf Kejepit

Berbagai hal dapat memicu kondisi ini, seperti cedera, postur tubuh yang buruk, tumpuan yang salah saat mengangkat benda berat, atau memiliki riwayat penyakit tertentu. 

Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saraf kejepit, antara lain:

  • Usia lanjut di atas 50 tahun
  • Menderita osteoarthritis
  • Menderita diabetes
  • Pernah memiliki riwayat saraf kejepit sebelumnya
  • Berprofesi sebagai atlet, kuli bangunan, atau pekerja kantoran yang terbiasa duduk lama seharian di depan laptop
  • Pernah jatuh terduduk dan dibiarkan begitu saja tanpa ditangani lebih lanjut
  • Mengalami cedera saat berolahraga atau terbentur benda keras

Pantangan yang Sebaiknya Anda Hindari

Saraf kejepit bisa semakin parah jika Anda melakukan aktivitas sehari-hari yang menambah beban pada tulang belakang. Untuk itu, jangan lakukan pantangan saraf kejepit berikut ini untuk mencegah nyeri memburuk:

Duduk terlalu lama dengan postur yang buruk

Biasanya para pekerja kantoran yang duduk seharian depan laptop sering mengabaikan postur tubuh yang benar. Misalnya, leher yang agak menunduk, jarang melakukan peregangan beberapa jam sekali, atau postur tubuh yang agak membungkuk. Hal-hal seperti ini dapat menambah tekanan pada tulang belakang sehingga berdampak buruk bagi kesehatan dan sangat rentan mengalami saraf kejepit.

Mencuci pakaian sambil menunduk

Ketika Anda khususnya para wanita yang mencuci pakaian bukan dengan mesin cuci, seringkali menguceknya dengan postur tubuh cenderung menunduk. Dalam waktu lama, menunduk bisa menyebabkan nyeri punggung dan juga pinggang yang akan berisiko pada penekanan saraf yang berlebih. 

Menggunakan vacuum cleaner sambil membungkuk

Beberapa orang menyapu atau membersihkan rumah menggunakan vacuum cleaner sambil membungkuk. Jika melakukannya terus menerus dan berulang, tulang belakang akan mendapatkan tekanan yang tidak wajar. Bukan hanya sakit punggung atau pinggang, namun bisa saja rasa nyeri tersebut menjadi gejala saraf kejepit.

Berolahraga basket atau sepak bola

Pemain basket atau sepakbola juga berisiko tinggi terkena saraf kejepit. Hal ini bisa terjadi karena gerakan-gerakannya sangat rentan untuk mudah terjatuh. Jatuh duduk atau cedera saat berolahraga dapat menyebabkan patah tulang belakang dan saraf kejepit. 

Latihan high impact

Latihan berintensitas tinggi (high impact), seperti aerobik, squat jumps, burpees, atau lompat tali merupakan olahraga yang dapat memberikan tekanan besar pada tulang belakang. Bahkan, squat jumps tidak disarankan untuk penderita skoliosis. Selain itu, latihan ini juga dapat menyebabkan saraf kejepit.

Jadi, jika Anda mengalami saraf kejepit jangan pernah mengabaikan berbagai hal yang dapat memicu rasa nyerinya. Segeralah berkonsultasi dengan dokter kami di Lamina Pain and Spine Center untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Artikel ini telah ditinjau oleh: dr. Faisal, Sp.BS

Artikel Terkait