Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
Biaya Tindakan Saraf Kejepit HNP di Klinik Lamina

Inilah 4 Tanda Saraf Kejepit Yang Perlu Kamu Waspadai

Tanda saraf kejepit bisa berbeda pada tiap penderita. Melansir Mayo Clinic (2021), umumnya orang yang memiliki berat badan berlebihan, orang yang memiliki riwayat penyakit rematik dan baru saja mengalami cedera adalah mereka yang cukup rentan mengalami penyakit syaraf kejepit. Selain itu mereka yang biasa melakukan aktivitas berulang seperti pekerja pabrik, pekerja kantoran hingga atlet, umumnya lebih beresiko mengalami penyakit saraf kejepit. 

Penyakit saraf kejepit adalah penyakit umum yang banyak orang rasakan. Namun, bukan berarti kamu bisa menyepelekan kondisi penyakit ini. Kondisi ini bisa membuat tulang rawan, tendon, otot dan juga bisa tulang lama-lama akan rusak secara permanen. 

Tanda saraf kejepit uang perlu kamu perhatikan 

tanda saraf kejepit

Tanda dari penyakit saraf kejepit pada setiap orang bisa berbeda. Hal ini tentunya juga tergantung pada intensitas keparahannya. Namun, membiarkan kondisi penyakit saraf terjepit bukan merupakan pilihan. Karena semakin lama penyakit ini bisa mengganggu aktivitas harian serta menurunkan produktivitas. Melansir website self.com, 5 Signs of a Pinched Nerve You Shouldn’t Ignore (2021), menyebutkan jika kamu mengalami beberapa tanda saraf kejepit berikut sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 

-Nyeri seperti terbakar dan ada benda tajam yang menusuk

Nyeri yang timbul akibat penyakit saraf terjepit berbeda dengan keseleo maupun terkilir. Saat kamu mengalami keseleo ataupun terkilir maka rasa sakit yang muncul hanya terpusat pada bagian sendi yang mengalami pembengkakan. 

Namun, saat terjadi saraf terjepit akan timbul kondisi tidak nyaman pada bagian ujung lokasi saraf tubuh yang mengalami peradangan. Misalnya saat penderita mengalami nyeri pada bagian saraf sciatic yang berada pada punggung bawah, maka yang akan terasa nyeri adalah pada bagian kaki. Rasa nyeri yang timbul berbeda dan bukan seperti saat sedang mengalami luka tubuh. Nyeri yang muncul seperti terbakar dan ditusuk-tusuk jarum serta sensasi panas. 

-Mati rasa pada bagian tubuh tertentu 

Melansir Healthline (2021), mati rasa pada bagian tubuh tertentu bisa menjadi tanda saraf terjepit. Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan pada aliran darah yang ada di saraf. Tekanan besar akan menghambat proses aliran darah, mengurangi jumlah oksigen pada sel saraf hingga kemampuan saraf untuk merasakan saat terjadi gangguan. 

-Sering mengalami kesemutan pada kaki dan tangan 

Parestesia atau kesemutan memang bisa terjadi pada siapa saja bukan hanya pada pasien saraf terjepit. Namun kamu perlu waspada seringnya terjadi kesemutan pada kaki dan juga tangan adalah tanda saraf kejepit. Kondisi parestesia terjadi karena terhambatnya aliran darah akibat tekanan pada anggota tubuh tertentu dalam waktu yang cukup lama. Pada kondisi yang cukup ringan biasanya kesemutan bisa hilang dengan sendirinya dengan cara menggerak-gerakan bagian kaki yang terasa kesemutan. 

Kesemutan merupakan respon tubuh yang normal akibat tertekannya anggota tubuh yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah. Namun saat kesemutan terjadi dalam durasi yang cukup sering dan mengganggu aktivitas, inilah saatnya kamu memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi kesemutan yang kamu alami adalah tanda saraf kejepit yang sedang kamu alami. 

Baca juga: 5 Pantangan Syaraf Kejepit Yang Sebaiknya Pasien Hindari

-Otot lemah 

Tanda saraf kejepit berikutnya adalah menurunnya fungsi otot. Menurunnya fungsi saraf motorik akibat saraf terjepit menjadi sinyal bahwa otot tubuh yang terhubung dengan bagian saraf tidak bisa bekerja dengan baik. 

Jika kondisi lemah otot bersamaan dengan gejala lain, seperti penurunan fungsi koordinasi pada tubuh, kesulitan bernafas, kemungkinan besar merupakan tanda dan gejala dari beberapa penyakit seperti, stroke, penyakit jantung, ataupun penyakit multiple sclerosis. 

Pada kondisi yang cukup ringan saat pasien mengalami saraf kejepit dan juga otot yang melemah. Maka akan berangsur membaik. Namun, jika kondisi pelemahan otot membuatmu kesulitan menjalani aktivitas, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter ataupun tenaga medis terdekat. 

Baca juga: Waspada, Gejala Saraf Kejepit Bisa Berbahaya!

Artikel Terkait