Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
Jangan Konsumsi Pantangan Makanan Ini Ketika Alami Syaraf Kejepit!

Konsultasi dengan Dokter Bedah Syaraf Terbaik di Jakarta

Dokter bedah syaraf adalah dokter spesialis yang menangani atas gangguan sistem saraf, mulai dari mendiagnosis, memberikan pengobatan, hingga melakukan operasi pada otak dan saraf.

Dokter bedah syaraf dapat menangani area sistem saraf pusat (otak dan saraf tulang belakang) serta saraf tepi yang ada pada seluruh bagian tubuh. Jika ada sistem syaraf yang mengalami gangguan atau kerusakan, maka bisa berdampak pada fungsi tubuh.

Gangguan saraf dapat membuat penderitanya alami kesulitan untuk bergerak, bernapas, berbicara, mengingat, atau lainnya. Selain itu, penyakit yang menyerang saraf juga bisa berdampak pada fungsi organ dalam seperti jantung atau paru.

Oleh sebab itu melakukan konsultasi terkait penyakit saraf sangat penting sebagai upaya mencari tahu risiko dan jenis gangguan saraf yang dialami. Hasil konsultasi tersebut akan menjadi pedoman bagi dokter untuk menentukan jenis pengobatan penyakit saraf.

Nah, sebelum mengetahui kira-kira penyakit apa saja yang bisa dikonsultasikan dengan dokter spesialis bedah syaraf, ketahui lebih dulu jenis saraf pada manusia.

Baca Juga: Rekomendasi Dokter Saraf Terbaik di Jakarta

Jenis Jenis Saraf Pada Manusia

Saraf otonom

Saraf otonom berfungsi untuk mengontrol gerakan tubuh yang bersifat setengah sadar atau tidak sadar. Misalnya, detak jantung, tekanan darah, pergerakan usus, serta  pengaturan suhu  tubuh.

Saraf motorik

Saraf yang bertugas untuk mengirimkan perintah/ sinyal dari otak dan juga sumsum tulang belakang ke semua otot tubuh. Sehingga, kamu bisa mampu untuk berjalan, menggerakkan jari, dan sebagainya.

Saraf sensorik

Saraf ini bertujuan untuk mengirimkan kembali sinyal dari kulit atau otot lain ke ssitem saraf pusat, kebalikannya dari fungsi saraf motorik. Sehingga kamu bisa mendengar, mencium bau, melihat dan merasakan sesuatu. Saraf sensorik tersebutlah yang mengirimkan pesan kepada otak.

Konsultasi Penyakit dengan Dokter Bedah Syaraf

Umumnya dokter bedah syaraf menangani berbagai gangguan/ penyakit syaraf berikut ini:

  • Stroke
  • Pecahnya pembuluh darah otak
  • Kanker atau tumor  otak, tengkorak, serta tulang belakang.
  • Masalahpada tulang belakang, seperti malformasi tulang belakang, saraf terjepit (HNP), dan peradangan pada tulang belakang yang mengganggu saraf.
  • Cedera tulang belakang, kepala, atau leher.
  • Gangguan gerak, misalnya epilepsi,carpal tunnel syndrome, dan penyakit Parkinson.
  • Herniasi otak.
  • Infeksi otak dan saraf tulang belakang, seperti abses otak dan meningitis.
  • Kondisi bawaan lahir, seperti spina bifida.
  • Kondisi yang memengaruhi aliran cairan otak dan tulang belakang, seperti hidrosefalus.
  • Tumor kelenjar hipofisis dan kelenjar endokrin.

Persiapan Konsultasi dengan Dokter Bedah Syaraf

Agar memudahkan dokter untuk menentukan perawatan atau pengobatan yang tepat, persiapkanlah beberapa berikut sebelum melakukan konsultasi, seperti:

  • Surat rujukan dari dokter serta semua hasil pemeriksaan yang pernah kamu jalani khususnya yang berkaitan dengan keluhan saat ini.
  • Sampaikan semua gejala dan keluhan secara detail kepada dokter.
  • Daftar riwayat penyakit yang pernah kamu derita maupun riwayat penyakit dalam keluarga. Hal ini karena berkaitan dengan beberapa penyakit saraf ada yang bersifat keturunan atau karena penyakit tertentu.
  • Jelaskan pada dokter terkait obat apa saha yang sedang atau pernah dikonsumsi serta alergi yang  kamu
  • Ceritakan kebiasaan sehari-hari, termasuk kebiasan tidur,  makan, dan konsumsi minuman beralkohol(bila ada).

Prosedur Konsultasi Penyakit Syaraf

Ketika melakukan konsultasi bersama dokter bedah syaraf, kamu akan menjalani berbagai jenis pemeriksaan, bergantung kondisi. Berikut beberapa jenis tes dalam konsultasi penyakit saraf:

  • Pada langkah awal pemeriksaan, dokter biasanya menanyai pasienterkait riwayat kesehatan dan gejala yang dialami
  • Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan fisik/ saraf
  • Jika perlu, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan/pendukung, seperti (MRI, CT Scan, Rontgen, dan lainnya)

Rencana Pengobatan

Setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan dan mendapatkan hasilnya,  dokter kemudian menentukan:

  • Diagnosis – jenis penyakit sarafyang diderita
  • Rencana pengobatan – bertujuan untuk mengontrol gejalanya atau mengobati penyakit saraf. Umumnya rencana terapi di sini mencakup, obat-obatan, fisioterapi dan operasi/pembedahan.

Konsultasi Bersama Dokter Spesialis Bedah Syaraf Terbaik di Jakarta

Bagi kamu yang memiliki keluhan nyeri pada bagian tulang belakang, khususnya saraf terjepit bisa melakukan konsultasi dengan dokter bedah syaraf terbaik di klinik Lamina Pain and Spine Center Jakarta.

Baca Juga: Solusi Terkini Terapi Saraf Kejepit di Lamina Pain and Spine Center

Artikel Terkait