Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
Manfaat asuransi kesehatan

Kapan Harus Berkonsultasi Ke Dokter Spesialis Saraf?

Dokter spesialis saraf  dengan gelar Sp.S ini mengkhususkan diri untuk melakukan pemeriksaan, mendiagnosis dan mengobati masalah kesehatan yang berkaitan dengan sistem saraf, termasuk otak, otot dan saraf tulang belakang.

Dokter spesialis saraf juga dikenal sebagai dokter spesialis neurolgi. Secara umum, terbagi menjadi dua bidang sesuai dengan metode perawatan, yakni dokter bedah saraf dan dokter spesialis saraf yang menangani penyakit saraf tanpa bedah.

Neurologi sendiri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari sistem saraf. Sistem saraf bertanggung jawab untuk mengatur fungsi koordinasi tubuh, mengatur kerja organ tubuh, menerima dan memproses rangsangan fisik, seperti nyeri, sentuhan dan suhu.  Selain itu, menggerakkan tubuh serta menjalani proses kognitif ( berpikir dan mengingat).

Kapan saya harus berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf?

Sebaiknya, kamu mendatangi dokter spesialis saraf, saat mengalami gejala  gangguan saraf berikut:

  • Kesulitan untuk berjalan.
  • Mudah lelah.
  • Kelemahan atau kelumpuhan otot.
  • Sering mengalam kebas atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu.
  • Mengecilnya massa otot (atrofi otot).
  • Rasa sakit yang tak tertahankan.
  • Gangguan penglihatan.
  • Kesulitan untuk berbicara.
  • Gangguan menelan.
  • Berkeringat secara berlebihan.
  • Pusing berputar (vertigo).

Menangani penyakit apa saja?

Penyakit yang ditangani, berkaitan dengan masalah kesehatan pada otak dan saraf, termasuk saraf tulang belakang dan saraf tepi, yaitu:

Bagaimana cara dokter mendiagnosis penyakit?

Agar dapat mendiagnosis penyakit, dokter akan melakukan serangkaian prosedur pemeriksaan medis, berupa:

  • Pemeriksaan radiologis, misalnya CT-Scan, MRI, dan PET scan, pada otak dan saraf.
  • EEG (elektroensefalogram)atau tes gelombang listrik otak.
  • EMG (eletktromiogram) untuk mengevaluasi fungsi sistem saraf dan otot.
  • Pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah, tes urine serta analisis cairan otak.
  • Biopsi saraf dan otot.
  • Pungsi lumbal, yakniprosedur pengambilan cairan otak dari tulang belakang.

Apa saja persiapan sebelum pemeriksaan?

Catat keluhan yang selama ini kamu rasakan, obat yang sudah kamu konsumsi, penyakit atau alergi yang dimiliki dan riwayat penyakit keluarga. Khawartir kamu lupa memberikan infomrasi tersebut saat sesi konsultasi.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf. Selanjutnya, pemeriksaan lanjutan untuk mendiagnosis penyakit yang kamu alami.

Setelah berhasil mendiagnosis dokter spesialis saraf akan memberikan pengobatan sesuai penyakit, menentukan langkah perawatan, mengevaluasi hasil pengobatan, dan memberikan saran serta juga rehabilitasi lanjutan untuk membantu memperbaiki kondisi pasien.

Artikel Terkait