Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
nyeri saraf

Mengapa Anda Mengalami Nyeri Saraf? Ini Penjelasannya!

Pernahkah Anda mengalami nyeri pada saraf yang luar biasa hingga tak tertahankan lagi rasa sakitnya? Nyeri saraf umumnya terjadi ketika sistem saraf mengalami gangguan fungsi atau karena adanya serabut saraf yang rusak. Nyeri saraf biasanya tidak selalu disertai dengan nyeri hebat, namun seiring berjalannya waktu nyeri bisa bertambah parah dan kronis sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dalam beraktivitas.

Tentang Sistem Saraf 

sistem saraf pada tubuh manusia

Melansir laman Cleveland Clinic, sistem saraf merupakan pusat kendali pada tubuh Anda. Sistem saraf adalah sel saraf yang bertanggung jawab dalam mengirim pesan/ sinyal dari otak ke seluruh bagian tubuh untuk menjalankan fungsi organ. Saraf berperan dalam mengatur gerakan, pikiran dan sistem kerja tubuh seperti sistem pencernaan, pernafasan, dan perkembangan seksual.

 

Sistem saraf terbagi menjadi dua yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Masing-masing bagian terdiri dari miliaran sel saraf atau neuron.

  • Sistem saraf pusat: Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak menggunakan saraf untuk mengirim pesan ke seluruh bagian tubuh Anda. Masing-masing saraf memiliki lapisan pelindung yaitu selubung mielin. Selubung mielin ini membungkus saraf dan membantu mengirimkan pesan/ sinyal ke tubuh. Otak terdiri dari bagian yang memiliki fungsi berbeda seperti mengatur gerakan, sentuhan, rasa sakit, dan lainnya.
  • Sistem saraf tepi: Fungsi saraf tepi adalah menghubungkan respon sistem saraf pusat ke seluruh organ tubuh Anda. Saraf tepi memiliki susunan dengan fungsi yang berbeda yaitu sistem saraf somatik dan otonom. Saraf somatik berfungsi untuk mengontrol semua hal yang Anda sadari seperti menggerakkan tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya. Sedangkan, saraf otonom adalah sistem saraf yang berperan dalam mengontrol aktivitas secara tidak sadar seperti detak jantung, bernafas dan metabolisme tubuh.

Apabila sistem saraf mengalami kerusakan, maka akan terjadi gangguan pada fungsinya. Nyeri saraf juga bisa meningkatkan risiko terkena saraf kejepit yang dapat menghambat berbagai aktivitas yang dilakukan.

 Penyebab Nyeri Saraf

Nyeri saraf terjadi karena adanya gangguan pada sistem saraf akibat beberapa kondisi berikut ini:

  • Infeksi bakteri, virus ataupun jamur,seperti meningitis, radang otak (ensefalitis), atau herpes zoster
  • Penyakit di otak ataupun pembuluh darah, seperti stroke maupun pendarahan pada otak
  • Kelainan struktur, seperti cedera saraf tulang belakang, Bell’s palsy ataupun carpal tunnel syndrome (CTS).
  • Penyakit bawaan seperti multiple sclerosis atau Alzheimer
  • Saraf kejepit atau hernia nukleous pulposus (HNP)

 Bagaimana dengan Gejalanya?

Ada beberapa gejala yang muncul apabila Anda mengalami gangguan pada sistem saraf, antara lain:
  • Rasa nyeri seperti terbakar ataupun tertusuk jarum
  • Kebas, kesemutan hingga mati rasa
  • Kelemahan otot
  • Penurunan kesadaran
  • Mudah merasakan sakit saat ada sentuhan/kontak (alodinia)

 

Waspada Nyeri Saraf Bisa Menandakan Saraf Kejepit

Nyeri saraf yang Anda alami bisa menjadi salah satu gejala Anda terkena saraf kejepit. Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, saraf kejepit adalah kondisi di mana saraf mendapatkan tekanan berlebih dari jaringan sekitarnya seperti otot, tulang, tendon ataupun tulang rawan. Saraf kejepit dapat terjadi di berbagai lokasi dalam tubuh kita. Namun, seringnya saraf kejepit terjadi pada bagian leher, punggung, dan punggung bawah (pinggang).

 

Selain usia tua dan cedera, ada beberapa faktor penyebab dari saraf kejepit, yaitu herniasi diskus, rheumatoid arthritis, stenosis spinal, ataupun carpal tunnel syndrome (CTS).

Apabila Anda mengalami nyeri saraf yang tak juga membaik, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis bedah saraf. Hal ini bertujuan agar dokter dapat melakukan diagnosa penyakit sedini mungkin agar tidak semakin parah.

Bagaimana Cara Mengobati Saraf Kejepit?

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk menangani saraf kejepit yaitu mengurangi aktivitas pada tubuh yang terasa sakit. Sebab, aktivitas tersebut bisa menambah tekanan pada saraf dan memperburuk kondisinya.

Selain itu ada cara lain untuk mengobati saraf kejepit, seperti fisioterapi, pemberian obat penghilang nyeri, dan operasi.

Penanganan saraf kejepit yang berlangsung lama dan tak kunjung membaik yaitu harus dengan operasi. Operasi besar atau operasi konvensional memang lebih berisiko tinggi terhadap pendarahan dan proses penyembuhan yang cukup lama. Namun, tak perlu lagi khawatir karena saat ini Klinik Lamina Pain and Spine Center memiliki teknologi canggih Joimax dari Jerman untuk tindakan endoskopi PELD dan PSLD.

Percutaneous Endoscopy Lumbar Discectomy (PELD) dan Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression(PLSD) merupakan metode terbaru penanganan saraf kejepit yang lebih aman dan minim risiko.

Sebagai tindakan minimally invasive, endoskopi PELD dan PSLD ini memiliki keunggulan luka sayatan kecil hanya sebesar 7mm, minim pendarahan, proses tindakan lebih cepat, dan proses pemulihan pasca tindakan lebih cepat. Hal inilah yang memungkinkan pasien bisa langsung beraktivitas kembali pasca-tindakan.

Nah, yang juga perlu Anda ketahui bahwa diagnosis sedini mungkin dapat membuat pengobatan saraf kejepit menjadi efektif dan hasilnya pun lebih baik. Apabila merasakan nyeri pada saraf, maka segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan jenis penyakitnya.

Anda tak perlu lagi khawatir karena di Klinik Lamina Pain and Spine Center, memiliki tim dokter spesialis bedah saraf profesional dan berpengalaman yang akan menangani nyeri dan saraf kejepit. Jika masih ragu silakan berkonsultasi dengan dokter ahli Lamina di nomor whatsapp 0811-1443-599 atau Call Center Lamina di 021-7919 6999

Anda juga bisa mengunjungi website lamina.id atau follow instagram @lamina_id untuk mengetahui berbagai informasi terbaru dan menarik seputar nyeri dan tulang belakang.

Artikel Terkait