Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
tindakan saraf kejepit

Mengenal Tindakan Saraf Kejepit yang Paling Minim Nyeri!

Tindakan saraf kejepit atau operasi saraf kejepit merupakan hal yang paling menakutkan bagi para penderitanya. Meskipun, begitu bagi beberapa pasien yang mengalami saraf kejepit yang sudah mengalami gejala yang memburuk. Maka, tindakan operasi menjadi satu-satunya jalan untuk menuju kesembuhan. Akan tetapi, saat ini sudah ada metode operasi yang minim sayatan atau terkenal dengan nama minimally invasive surgery. Artinya, metode ini hanya membutuhkan sayatan kecil tak lebih dari 1 cm untuk atasi saraf kejepit. Teknik ini bernama endoskopi tulang belakang.

Apa itu tindakan saraf kejepit?

tindakan saraf kejepit

Saraf kejepit atau dalam istilah medis terkenal dengan nama Hernia Nukleous Pulposus (HNP) merupakan masalah yang terjadi pada ruas tulang belakang. Masalah ini timbul akibat adanya tekanan pada bantalan sendi, sehingga bantalan sendi menjadi bengkak dan menekan saraf di sekitarnya. Sehingga, menimbulkan rasa nyeri yang hebat pada area saraf yang terjepit. Tak hanya rasa nyeri, pada kasus yang lebih parah saraf kejepit bahkan bisa menimbulkan kelumpuhan pada penderitanya.

Ada beberapa saraf kejepit yang harus kamu waspadai, antara lain:

  • Rasa nyeri pada area saraf yang terjepit. Jika saraf terjepit terjadi di area punggung bawah maka akan merasa nyeri pada pinggang. Jika, terjadi pada leher maka akan merasa nyeri pada leher.
  • Merasakan kekakuan hingga kesemutan pada bahu, tangan, hingga kaki.
  • Leher nyeri atau sakit.
  • Kelemahan otot-otot area punggung hingga kaki.

Mengutip dari National Health Service (2021) menyebutkan bahwa pada beberapa kasus, saraf kejepit pada tahap awal mungkin saja tidak mengalami gejala sama sekali. Untuk mengetahui dengan pasti, maka memerlukan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter spesialis bedah ahli.

Pengobatan saraf kejepit, haruskah dengan operasi?

Pada kasus yang ringan, obat-obatan biasa dan fisioterapi mungkin bisa menghilangkan rasa nyeri pada pasien saraf kejepit. Akan tetapi, jika sudah menjadi akut dan kronis, maka salah satu pengobatan yang paling tepat adalah dengan metode operasi. Salah satu pengobatan modern untuk saraf kejepit adalah dengan metode endoskopi. Prosedur medis endoskopi tulang belakang ini  menggunakan alat berbentuk selang dengan kamera untuk melihat saraf yang terjepit lebih jelas. Metode ini dikenal sebagai minimally invasive surgery yang merupakan salah satu metode operasi dengan teknik tertentu sehingga meminimalisir sayatan, tingkat kerusakan jaringan, hingga meminimalisir rasa nyeri pada pasien.

Baca juga: HNP Cervical dapat Diatasi dengan Endoskopi Servikal (Pertama di Indonesia)

Metode endoskopi tulang belakang

Menurut penuturan dari dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS seorang dokter spesialis bedah saraf, metode endoskopi tulang belakang ini merupakan salah satu metode terbaik untuk atasi saraf kejepit. Hal ini karena, endoskopi tulang belakang menggunakan monoportal di mana, saat tindakan hanya menggunakan satu lubang/sayatan pada pasien. Sehingga, metode endoskopi tulang belakang, seperti PSLD (Percutaneous Stenoskopi Lumbar Discectomy) atau PELD (Percunatenous Endoscopy Lumbar Discectomy) tetap merupakan metode paling unggul untuk atasi tulang belakang hingga saat ini.  Menurut Menekse Oksar, dalam jurnal “Sedation for Percautaneous Endoscopic Lumbar Discectomy” The Scientific World Jurnal (2016), PELD membutuhkan sayatan kulit kecil dan dilakukan dengan anestesi lokal.

Berbeda dengan metode BESS atau Biportal Endoscopic Spinal Surgery teknik yang pertama kali diusung oleh Korea, di mana teknik operasi ini menggunakan dua lubang sayatan pada tubuh pasien. Semakin banyak luka sayatan yang ditimbulkan maka akan semakin besar risiko merusak jaringan pada tubuh. Apalagi, metode dengan dua sayatan ini, dilakukan dengan membakar otot dan mengkikis tulang. Sehingga, bisa merusak struktur anatomi pada bagian tulang belakang.

Jadi, endoskopi tulang belakang masih menjadi metode unggul yang memiliki kelebihan di antara metode lainnya. Ini, karena menggunakan teknik yang hanya menimbulkan satu luka sayatan pada pasien untuk mengatasi tulang belakang. Sehingga, masih merupakan metode paling minim risiko dan pendarahan.

Endoskopi di klinik Lamina

PELD dan PSLD tulang belakang ini tersedia di klinik Lamina Pain and Spine Center. Menggunakan alat endoskopi Joimax yang berasal dari Jerman dan hanya tersedia satu-satunya di Indonesia, yaitu di klinik Lamina Pain and Spine Center. Terlebih, tindakan endoskopi tulang belakang di Lamina Pain and Spine Center oleh dokter spesialis bedah saraf berpengalaman dengan jam terbang tinggi lebih dari 1300 tindakan. Sehingga, menjadikan klinik Lamina sebagai salah satu klinik tulang belakang terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Waspada, Gejala Saraf Kejepit Bisa Berbahaya!

 

 

Artikel Terkait