Sciatica Kehamilan ini Cara Meredakannya

JAKARTA — Sciatica adalah salah satu penyebab nyeri punggung pada kehamilan. Dalam kondisi normal orang bisa meredakan keluhan sciaticanya dengan latihan peregangan, pemijatan lembut dan beberapa obat lainnya.

Nyeri punggung adalah salah satu kondisi paling sering dikeluhkan selama kehamilan. Sedikitnya ini menyerang dua dari tiap tiga wanita hamil.

Sciatica terjadi karena ada iritasi pada saraf sciatic. Gejala utamanya adalah rasa nyeri menusuk yang dimulai dari punggung menjalar hingga ke kaki. Sciatica adalah kondisi sangat umum terjadi pada kehamilan terutama karena proses pembesaran janin di perut ibu.

PENYEBAB

Gejala sciatica mulai rasa nyeri di punggung menjalar kaki. Sebenarnya sciatica bukan masalah kesehatan, namun sekadar gejala dari masalah lain.

Saraf sciatica lebih besar dari saraf-saraf lain yang bercabang dari sumsum tulang belakang (spinal cord) di punggung kearah bokong dan sampai ke kaki. Saraf sciatica membantu organ bawah seperti punggung bawah, kaki dan telapak kaki bisa merasakan sensasi seperti tekanan, nyeri dan suhu sekitar.

Selama kehamilan, sciatica bisa berkembang mulai saat janin bayi mulai tumbuh di rahim (uterus) dan menekan saraf sciatic. Akibatnya terjadi peradangan, iritasi dan yang pasti rasa nyeri.

Yang agak sering terjadi juga adalah, orang mengalami sciatica karena terjadinya herniasi diskus di tulang belakang. Juga kejang (spasm) di otot piriformis di bagian dalam bokong. Hal ini juga bisa berujung pada iritasi pada saraf dan menyebabkan sciatica.

GEJALA

Gejala utama sciatica adalah rasa nyeri di punggung bawah, lalu menyebar ke bokong dan kaki. Beberapa gejala lain yang biasa ditemui para dokter pada pengidap sciatica adalah:
– Nyeri di kaki.
– Kendali berkemih yang melemah.
– Kebas, kesemutan, dan kejang di kaki.
– Rasa lemah di punggung dan kaki.
– Rasa panas atau terbakar di bagian bawah tubuh.
– Rasa nyeri semakin memburuk saat batuk, bergerak atau bersin.

Khusus bagi wanita hamil yang merasakan hal ini selama kehamilan harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusinya.

PENGOBATAN

Pada kondisi normal kondisi sciatica bisa diringankan dengan beberapa obat antinyeri. Dalam beberapa kasus ditambah istirahat rasa nyeri akan pergi dengan sendirinya dalam waktu beberapa pekan.

Namun tidak semua kasus selesai demikian. Ada penderita sciatica yang harus mendapatkan tindakan medis yang tepat untuk mendapat kesembuhan yang maksimal.

Di Klinik Lamina Pain and Spine Centre jika bukan dalam kondisi hamil ada beberapa alternatif pengobatan yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dokter dan tingkat beratnya keluhan. Yakni mulai injeksi steroid, radiofrekuensi ablasi hingga terakhir dengan operasi.

Sementara dalam kondisi kehamilan menurut sejumlah literatur sciatica dalam derajat sangat mengganggu bisa diatasi dengan mulai yang ringan seperti kompres hangat atau dingin, obat-obatan seperti obat antiradang non-steroid, analgesik, relaksan otot, steroid dan obat-obatan nyeri saraf.

Bisa juga didukung dengan latihan fisik tertentu yang bisa dikonsultasikan dengan fisioterapis dan ahli pain management. Pemijatan juga bisa dilakukan tapi khusus hanya oleh ahlinya, mengingat spesialnya kondisi ibu hamil. Ada pula literatur yang menyebut penggunakan injeksi steroid epidural. Apapun pilihannya semua harus dikonsultasikan dulu dengan para ahli seperti di Klinik Lamina.

Pembedahan yang pada kondisi normal bisa dilakukan untuk sciatica berat, sangat tidak dianjurkan dalam kondisi kehamilan. Kecuali jika keluhan masih terus ada setelah bayi lahir. Ibu baru bisa berkonsultasi lagi tentang pilihan pengobatan dan tindakan yang perlu dilakukan.

YANG BISA DILAKUKAN IBU HAMIL

Selain pengobatan dan berbagai tindakan medis untuk meringankan nyeri sciatica ada beberapa hal yang bisa dilakukan ibu hamil, yakni:

– Hindari duduk dalam jangka waktu lama. Sesekali berdiri dan berjalanlah.
– Gunakan kompres hangat di bagian punggung bawah dan bokong.
– Mandi air hangat.
– Gunakan obat antinyeri yang dijual bebas dengan izin dokter dalam kondisi darurat.
– Jaga postur yang benar saat duduk, terutama di depan komputer. Jika perlu gunakan bantal untuk menopang bagian punggung.

DIAGNOSIS

Nyeri punggung dalam kehamilan memang tak terlalu sering terjadi. Karenanya dokter akan mencari tahu dulu latar belakang kesehatan ibu sebelum kehamilan. Pemeriksaan fisik akan dilakukan dan penelusuran tentang gejala-gejala lainnya termasuk posisi tepatnya sumber nyeri.

Di beberapa negara dokter akan melengkapi dengan beberapa pemeriksaan seperti pemindaian dengan MRI, X-Ray dan CT Scan. Hanya saja di Indonesia ada beberapa pemeriksaan dengan sinar tertentu tidak terlalu biasa dilakukan. Konsultasikan dengan dokter kami pilihan terbaiknya. (***)

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now