Nyeri Leher dan Pemakaian Ponsel yang Sembrono

JAKARTA — Nyeri leher di masyarakat modern besar kemungkinan juga dipengaruhi oleh penggunaan ponsel yang sembrono. Saat ini tercatat di seluruh dunia ada 3,4 biliun pengguna ponsel cerdas yang kesehatan lehernya berisiko, demikian hasil penelitian dari University of South Australia.

Posisi yang salah saat menggunakan ponsel dalam waktu lama akan menempatkan tekanan pada tulang belakang dan mengubah kurva alami leher, meningkatkan kemungkinan risiko bagi jaringan lunak terkait.

Penelitian bertaraf internasional terbaru yang dipublikasikan di PLOS One, menggarisbawahi risiko ergonomik bagi pengguna ponsel. Terutama pada kelompok usia muda. Mereka saat ini tercatat cenderung lebih dini mengalami masalah nyeri hebat dibanding generasi sebelumnya.

Para peneliti dari Khon Kaen University membuat video dari 30 penguna ponsel di Thailand berusia 18-25 tahun yang menghabiskan waktu 8 jam per hari dengan ponsel mereka. Penelitian itu menghitung level risiko ergonomik. Hasilnya sungguh mengejutkan karena rata-rata partisipan mencapai angka 6, meski angka yang bisa ditolerir hanya 1-2 saja.

Sebelumnya cara penghitungan yang sama telah digunakan untuk mengukur dampak ergonomik pada pengguna komputer dan laptop. Ini kali pertama perhitungan itu digunakan untuk meneliti pengguna ponsel. Dr. Rose Boucaut, fisioterpis dari UniSA yang terlibat dalam penelitian tersebut menyatakan postur yang buruk pada pengguna ponsel bisa mempengaruhi jaringan-jaringan lunak disekitar.

Pengguna ponsel sadar tak sadar suka berada dalam posisi menunduk ketika membaca dan menulis teks. Mereka juga kadang menekuk leher ke bahu dan membiarkan posisi tubuh dan kaki dalam posisi yang aneh. “Posisi aneh ini semakin menambah beban stres pada jaringan lunak di sekitar tulang belakang yang bisa menumbulkan rasa tak nyaman.”

Dalam penelitian yang dipulikasikan bulan ini di jurnal WORK, penelius mensurvei 779 mahasiswa Thailand yang menggunakan ponsel, 32 persen melaporkan masalah nyeri leher, 26 persen mengalami nyeri bahu, 20 persen mengeluhkan nyeri punggung bagian atas. Sementara 19 persen mengeluhkan nyeri di pergelangan dan tangan.

Nyeri Leher Karena Ponsel Lebih Sering Dialami Wanita

Kelainan muskoloskeletal sangat umum terjadi di kalangan mahasiswa yang sering menggunakan ponsel atau lebih dari lima kali dalam sehari. Juga pada mereka yang merokok dan jarang berolahraga. Perempuan pengguna ponsel juga lebih mudah mengalami kelainan mukoloskeletal dibanding pria, dengan perbandingan 71 persen dibanding 28 persen.

Sulit diketahui apakah orang yang mengalami nyeri leher dan punggung menyadari bahaya penggunaan ponsel dan postur yang salah saat menggunakan ponsel.

“Praktisi kesehatan harus mengedukasi pasien mereka tentang pentingnya postur dan lama penggunakan ponsel untuk mencegah masalah ini,” kata Dr. Boucaut.(TM)

RS Meilia, Lantai 7, Jl. Alternatif Cibubur KM1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat 16454

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2867-8888

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now