Nyeri Lutut pada Remaja, Kenali Penyebabnya Konsultasikan dengan Dokter Ahli Klinik Lamina

JAKARTA — Tahukah Anda bahwa lutut kita adalah sendi yang paling besar dan paling kuat di tubuh kita? Tapi bagi remaja organ ini bisa jadi sumber nyeri lutut tak tertahankan.

Nyeri lutut sering terjadi karena terlalu banyak dipakai. Dalam hal ini istirahat total seringkali dibutuhkan untuk pemulihan yang sempurna. Tapi jika nyeri lutut sudah diikuti dengan pembengkakan, kekakuan hingga tak bisa digerakkan, tidak stabil hingga mengganggu kegiatan sehari-hari, ini waktunya memeriksakan diri ke dokter.

Lutut terdiri dari ujung bawah tulang paha, ujung atas tibia (tulang kering) dan patella (tempurung lutut). Patella melindungi bagian depan lutut. Saat lutut ditekuk dan diluruskan, patella meluncur ke atas dan ke bawah tulang paha dalam alur.

Ujung-ujung tulang di belakang patella ditutupi dengan tulang rawan, yang melindungi tulang selama gerakan lutut. Tepat di bawah patella ada lapisan lemak kecil yang bertindak sebagai peredam kejut.

Ujung tulang anak-anak dan remaja juga memiliki tulang rawan yang dikenal sebagai lempeng pertumbuhan, di mana tulang memanjang seiring pertumbuhan anak-anak. Benjolan bertulang yang disebut tibial tubercle menutupi lempeng pertumbuhan di ujung tibia.

Ketika seorang anak sudah dewasa penuh, lempeng pertumbuhan mengeras menjadi tulang padat. Ligamen bertindak seperti tali kuat yang menghubungkan tulang, dan tendon menghubungkan otot ke tulang. Ketika remaja mengalami nyeri lutut, biasanya terletak di depan dan tengah.

Berikut empat hal penyebab nyeri lutut pada remaja:

SINDROMA NYERI PATELLOFEMORAL

Patellofemoral Pain Syndrome (PFS), penyebab umum nyeri lutut pada atlet muda, adalah cedera yang terlalu sering terjadi akibat aktivitas yang menyebabkan tekanan atau gesekan pada tulang rawan di belakang patela.

Rasa sakitnya biasanya tumpul dan pegal-pegal. Pasien mungkin juga merasakan sakit di malam hari dan setelah duduk lama. Lutut yang terkena juga bisa mengeluarkan suara saat pasien menaiki tangga.

PFS sering terjadi pada atlet yang berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan lari atau melompat, seperti bola basket, bola voli, lintasan atau lintas negara. Ini sering dimulai setelah peningkatan intensitas atau volume pelatihan.

Orang-orang dengan kaki rata, sindroma jari kaki merpati atau ‘knock-knee’ (kondisi di mana lutut bentuknya saling menempel saat kaki diluruskan sehingga membentuk huruf X),
mungkin berisiko lebih tinggi untuk PFS karena kondisi ini dapat memengaruhi cara patella melacak geraknya.

Atlet dengan otot hamstring dan paha depan yang ketat atau lemah juga mungkin berisiko karena kondisi ini dapat mengganggu pelacakan gerak patella yang normal.

PENYAKIT OSGOOD-SCHLATTER

Penyakit Osgood-Schlatter atau Osgood-Schlatter Disease (OSD) adalah penyebab umum lain dari nyeri lutut pada remaja. OSD biasanya terjadi pada anak perempuan berusia 10 hingga 13 tahun dan anak laki-laki berusia 12 hingga 15 tahun. Penyakit ini mempengaruhi hingga 20 persen anak-anak dalam kelompok usia ini.

OSD adalah peradangan area tepat di bawah lutut di mana tendon patella menempel pada tibia. Dengan aktivitas tertentu, otot paha depan menarik tendon patella. Pada gilirannya, tendon menarik pada tuberkulum tibialis yang menutupi lempeng pertumbuhan. Traksi atau tarikan berulang ini menyebabkan peradangan pada lempeng pertumbuhan.

Gejala utama OSD adalah rasa sakit di tempat ini selama aktivitas yang melibatkan berlari, melompat dan berlutut, atau setelah jatuh. Sekitar sepertiga pasien memiliki gejala di kedua lutut. Kondisi ini biasanya hilang setelah atlet melewati masa pertumbuhan.

TENDONITIS PATELLA

Sering juga disebut ‘lutut pelompat’ (jumper’s knee) cedera atau peradangan pada tendon yang menghubungkan patella ke tibia. Ini adalah cedera yang sering dialami para atlet, terutama mereka yang bermain bola voli dan bola basket. Seiring waktu, rasa sakit dapat memburuk dan mengganggu gerakan sehari-hari seperti menaiki tangga atau bangkit dari kursi.

ILLIOTIBIAL BAND FRICTION SYNDROME (ITBS)

Tidak selalu menyerang bagian depan dan tengah lutut, pada Iliotibial Band Friction Syndrome (ITBS) adalah penyebab paling umum dari nyeri lutut pada sisi luar (lateral) dari patella. ITBS biasanya memengaruhi atlet yang terlibat dalam olahraga yang membutuhkan berlari terus menerus atau fleksi dan ekstensi lutut berulang seperti pelari jarak jauh dan pengendara sepeda.

SOLUSI NYERI LUTUT REMAJA

Langkah pertama dalam penanganan dan pengobatan nyeri lutut pada remaja adalah menghindari aktivitas yang menyebabkan rasa sakit. Dokter akan menegakkan diagnosis berdasarkan gejala pasien dan pemeriksaan fisik, namun pemeriksaan X-Ray dan MRI (Magnetic Resonance Imaging) juga kadang dibutuhkan untuk pendukung.

Langkah selanjutnya tergantung pada diagnosis. Untuk sebagian besar masalah karena terlalu sering digunakan, seperti PFS atau OSD, pasien dapat pulih dengan istirahat, kompres dingin atau es dan kegiatan berdampak rendah seperti berenang dan bersepeda dengan resistensi rendah. Jika gejalanya lebih parah, atau tidak membaik, remaja mungkin dirujuk ke spesialis ortopedi atau kedokteran olahraga. (***)

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now