nyeri pinggul

Nyeri pinggul Sering Dialami inilah Solusinya

Nyeri Pinggul bisa terjadi pada kita semua. Pada umumnya, pinggul memiliki kemampuan dalam berbagai macam gerakan. Apabila seseorang semakin bertambah umur, maka sendi tersebut mengalami keausan. Sendi tersebut juga dapat mengalami cerai sendi, artinya yaitu jaringan yang mengelilinginya dan saraf tersebut mengalami peradangan. Penyakit radang sendi juga dapat menyebabkan nyeri pinggul.

[toc]

Pengertian Nyeri pinggul

Pinggul merupakan sendi yang menonjol antara tulang paha dan daerah panggul (pelvis). Pinggul terdiri dari bola dan dudukannya untuk memberikan ruang yang lebih luas untuk pergerakan pinggul bawah sehingga membuat seseorang dapat berjalan, menari, duduk, dan mengangkat benda.

Pinggul memiliki tulang rawan yang mencegah terjadinya gesekan ketika tulang pinggul digerakkan. Adapun ligamen berfungsi menahan sendi pinggul untuk mencegah terjadinya pemisahan sendi. Sedangkan otot, berfungsi dalam membantu menahan ligamen dan sendi pinggul menyatu bersama.

Nyeri pinggul yaitu nyeri yang berasal dari dalam rongga pinggul. Rasa nyeri dapat datang mendadak dan parah, maupun ringan namun bertahan beberapa bulan. Apabila pinggul mendadak terasa nyeri, maka disarankan segera berkonsultasi ke dokter. Nyeri pada pinggul seringkali dihubungkan dengan rasa nyeri yang terjadi pada organ reproduksi internal wanita. Namun, laki-laki juga memiliki risiko mengalami sakit pinggul.

Nyeri pinggul tersebut dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Sakit pinggul akut, nyeri tersebut seringkali muncul tiba-tiba dan lebih sering dialami oleh wanita saat menstruasi, pembuahan, atau berhubungan seksual.
  • Sakit pinggul kronis, nyeri tersebut konstan dan sering kambuhan dan biasanya nyeri yang bertahan lebih dari 6 bulan.

Gejala Nyeri pinggul

Gejala yaitu sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala tersebut dirasakan oleh penderita nyeri pinggul akut biasanya berbeda-beda, hal ini tergantung dari penyebabnya. Berikut ini gejala sakit pinggul akut berdasarkan penyebabnya:

Terjadinya kehamilan ektopik, yaitu suatu keadaan yang biasanya menyebabkan gejala sakit pinggul dengan ditandai tes kehamilan yang positif. Misalnya, pada saat menstruasi berhenti, adanya perdarahan dari vagina, mengalami pusing atau lemas, mual dan muntah, akan tapi disertai nyeri pada bahu, hingga hilangnya kesadaran.

Adanya benjolan pada jaringan sekitar rahim. Hal ini dapat ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur atau berubah, seringnya buang air kecil, mengalami sulit buang air besar, adanya proses pencernaan yang tidak lancar, perut terasa kembung, limbung atau pusing, serta nyeri pinggul yang bervariasi dari ringan hingga berat bergantung dari ukuran dan posisi benjolan tersebut.

Adanya radang pinggul, gejala ini dapat ditandai dengan sakit ketika buang air kecil dan saat berhubungan seksual, mengalami demam tinggi, mual, muntah, keputihan dengan warna yang berubah, menstruasi yang lebih lama dan sakit, adanya perdarahan di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual dan nyeri di bagian perut bawah saat bergerak atau tersentuh.

Penyebab Nyeri pinggul

Pada kedua jenis nyeri pinggul yaitu sakit pinggul akut dan kronis, terdapat penyebab yang berbeda pula.

Berikut ini beberapa penyebab dari sakit pinggul akut:

  • Adanya Infeksi akut, misalya endometritis, abses saluran telur, panyakit radang pinggul.

Hal yang berhubungan dengan kehamilan, misalnyakeguguran, kehamilan ektopik, pecahnya kista korpus luteum, kelahiran prematur, plasenta abrupsi, uterus pecah.

  • Ginekologi, penyebabnyaovulasi, dismenorea (nyeri haid), pecahnya kista ovarium, tumor pinggul, perubahan degeneratif tumor fibroid, pembekuan darah di pembuluh darah pinggul (pelvic vein thrombosis).
  • Penyebab yang lain yaitu prostatis dan strangulasi hernia.

Sedangkan, berikut ini beberapa penyebab dari nyeri pinggul kronis, yaitu:

  • Endometriosis
  • Sindrom iritasi usus besar
  • Hernia
  • Gangguan psikologis dan sosial
  • Epididymo-orchitis
  • Prolaps organ pinggul
  • Rusaknya sistem saraf di bagian pinggul
  • Adesi usus (bowel adhesion)
  • Radang menahun kandung kemih (chronic interstitial cystitis)l
  • Tumor testis
  • Kista ovarium kambuhan
  • Infeksi saluran kemih kambuhan
  • Adenomiosis
  • Gangguan muskuloskeletal

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Apabila Anda memiliki tanda-tanda dan gejala seperti yang disebutkan di atas, atau Anda memiliki pertanyaan maupun kekhawatiran, maka silakan konsultasikan ke dokter Anda. Hal ini dikarenakan status dan kondisi dapat berbeda bagi setiap orang. Selalu diskusikan dengan dokter Anda dimulai dari metode diagnosis, perawatan, dan pengobatan terbaik bagi Anda.

nyeri pinggulJadi, Anda perlu melakukan pengobatan ke dokter umum yang mana akan membuat diagnosis awal. Dokter pasti akan melakukan serangkaian tes, salah satunya yaitu pemindaian MRI (apabila dokter percaya kondisi itu merupakan bursitis atau radang tulang) atau dengan melakukan foto rontgen (X-ray). Setelah itu, dokter akan menyarankan pereda nyeri atau obat. Apabila pengobatan awal tidak bekerja, maka dokter akan merujuk Anda ke seorang spesialis yang disebut spesialis tulang (ortopedi).

Pengobatan di Rumah untuk Nyeri pinggul

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah juga dapat membantu Anda mengatasi sakit pinggang belakang adalah:

  • Minumlah obat teratur, sesuai dengan resep dokter.
  • Mulailah menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan
  • Sebaiknya lakukan latihan peregangan untuk memperkuat pinggang setiap hari
  • Jagalah postur tubuh yang tepat saat duduk, berjalan, atau mengangkat beban

Pengobatan Medis

Tindakan penanganan pada nyeri pinggul bermacam-macam, biasanya pengobatan dibedakan berdasarkan penyebab munculnya sakit pinggul. Salah satu langkah dalam penanganan nyeri pinggul yang biasa dilakukan dokter yaitu pemberian obat-obatan sesuai dengan penyebab munculnya sakit pinggul. Apabila faktor ginekologi menjadi akibat munculnya sakit pinggul, maka pada umumnya dokter akan meresepkan pil kontrasepsi.

Apabila tidak ditemukan penyebab khusus dari nyeri pinggul, maka sorang pasien biasanya akan diberikan obat anti-inflamasi non steroid dan obat pereda rasa nyeri.

Pada sakit pinggul kronis, biasanya dokter akan memberikan beberapa obat kepada penderita yaitu:

  • Obat hormonal
  • Pil kontrasepsi
  • Obat anti-inflamasi non steroid.

Nyeri yang lebih parah mungkin akan perlu diobati dengan menggunakan obat yang lebih kuat atau mengandung opium untuk digunakan dalam jangka waktu yang pendek. Sedangkan, pada gejala otot kejang, biasanya dokter akan meresepkan obat pelemas otot.

Namun, memang dari semua obat tersebut berpotensi menimbulkan efek samping. Obat antiradang juga dapat menyebabkan sakit perut, bisul, ruam, dan masalah hati dan ginjal. Sedangkan, pada relaksan otot dapat menyebabkan kantuk, pusing, atau ruam.

Selain pengobatan, Anda juga dapat menggunakan metode fisioterapi untuk membantu mengurangi rasa sakit. Metode terapi ini lebih efektif untuk pasien dengan nyeri lumbar kronis, kondisi pada pasien dapat diperbaiki berkat latihan untuk punggung bawah dan perut.

Langkah terakhir yang umumnya dipilih oleh dokter untuk menangani sakit pinggul adalah tindakan pembedahan. Apabila nyeri pinggul disebabkan oleh patah tulang atau cedera berat, maka dokter dapat menyarankan pembedahan. Pembedahan sering juga dianggap darurat. Silahkan Kontak Kami untuk mendapatkan layanan maksimal terkait dengan Nyeri Pinggul bersama dengan Dokter Ahli Kami

 

Klinik Nyeri dan Tulang Belakang

Tinggalkan Balasan

RS Meilia, Lantai 7, Jl. Alternatif Cibubur KM1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat 16454

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2867-8888

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now