preloader
Edit

Tentang Kita

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Info Kontak

Nyeri Punggung Saat Tidur Reda Bersama Sembuhnya Insomnia

  • Home
  • -
  • Blog
  • -
  • Nyeri Punggung Saat Tidur Reda Bersama Sembuhnya Insomnia
 Nyeri Punggung Saat Tidur Reda Bersama Sembuhnya Insomnia

JAKARTA — Jika Anda mengalami nyeri punggung, mungkin hal pertama yang bisa saat itu Anda tanyakan pada diri sendiri adalah, “Bagaimana kabar tidur malam saya.” Meski, memang pada kasus-kasus yang berat Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter.

Namun jika ternyata beberapa malam terakhir tidur Anda kurang berkualitas, ada kemungkinan nyeri atau sakit punggung bisa hilang dengan sendirinya saat insomnia tertangani.

Hal ini ditemukan dari hasil penelitian terbari dari University of Sydney. Penelitian tersebut secara umum menyebut bahwa penanganan insomnia bisa mengurangi keluhan nyeri punggung. Khususnya yang berkaitan dengan masalah tidur.

Di dunia tercatat nyeri punggung bawah menjadi penyebab disabilitas terbesar di dunia. Sedikitnya di dunia masalah ini menimpa 540 juta orang pada saat yang sama. Lebih dari 59 persen, pengidap masalah ini juga mengalami insomnia.

Nyeri Punggung Saat Tidur Malam

“Bukti penelitian terbaru menyebutkan bahwa ada hubungan timbal balik antara masalah tidur dan nyeri. Artinya semakin buruk kualitas tidur seseorang, maka akan semakin sakit punggung. Sebaliknya makin sakit punggungnya semakin buruk pula kualitas tidurnya.” kata peneliti senior Dr. Milena Simic, peneliti fisioterapis di Fakultas Ilmu Kesehatan universitas tersebut.

Baca juga : Nyeri punggung saat bernafas

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Osteoarthritis and Cartilage. Ini adalah merupakan hasil analisis 24 data penelitian. Yang diambil secara random dari percobaan klinis tentang masalah tidur dari lebih 1550 orang pengidap osteoarthritis dan nyeri punggung atau leher.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada orang dengan nyeri punggung. Intervensi masalah tidur seperti dengan terapi perilaku kognitif dan pengobatan. Dapat memperbaiki masalah tidur sampai 33 persen dan memperbaiki masalah nyeri punggung. Sampai 14 persen dibanding dengan kelompok kontrol atau placebo.

“Temuan ini menekankan pentingnya memperbaiki kualitas tidur pada pengidap masalah nyeri. Pada sebagian kasus, memperbaiki kualitas tidur bisa mengurangi rasa nyeri,” kata Dr. Simic.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengatakan para ahli medis harus mempertimbangkan kualitas tidur pasien yang mengeluhkan nyeri dulu. “Temuan dalam penelitian ini menekankan pentingnya penanganan pada kondisi nyeri muskoloskeletal dalam kondisi terisolasi.” kata Paulo Ferreira, profesor dan penulis penelitian yang pada 2016 menemukan hubungan antara depresi dan nyeri punggung.

“Depresi dan insomnia sama sama faktor risiko untuk munculnya nyeri punggung, dan orang-orang dengan depresi sering kali memiliki kualitas tidur yang buruk.”

“Orang yang mengalami masalah nyeri jika mereka tak menyebutkan masalah tidur, kecemasan dan depresi, mungkin kita akan kehilangan kesempatan untuk menyelesaikan masalah intinya.” (***)

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Pain and Spine Center merupakan One Stop Service untuk menangani nyeri dan masalah pada tulang belakang yang didukung oleh teknologi terkini

Operasional Klinik

Senin : 08.00 - 22.00
Selasa : 08.00 - 22.00
Rabu : 08.00 - 22.00
Kamis : 08.00 - 22.00
Jumat : 08.00 - 22.00
Sabtu : 08.00 - 22.00
Minggu : Tutup

©2020, Lamina Pain and Spine Center. All Rights Reserved.

    Daftar Online

    Daftar Online