preloader
Edit

Tentang Kita

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Info Kontak

Tendinitis atau Nyeri Tendon? Kenali Gejala dan Penyebabnya

  • Home
  • -
  • Blog
  • -
  • Tendinitis atau Nyeri Tendon? Kenali Gejala dan Penyebabnya
 Tendinitis atau Nyeri Tendon? Kenali Gejala dan Penyebabnya

Apakah anda sering dilanda nyeri di area sekitar siku, bahu, pergelangan tangan dan tumit saat digerakan? Jika iya bisa jadi anda terkena tendinitis atau nyeri tendon. Apa sebenarnya tendinitis itu dan bagaimana penyebabnya?

KLIK DISINI UNTUK KONSULTASI GRATIS DENGAN DOKTER WAWAN DAN TIM (082123977262)

Tendinitis juga dikenal dengan nama Tendonitis adalah peradangan yang terjadi pada tendon. Tendon merupakan struktur elastis yang menghubungkan otot dengan tulang. Tendinitis dapat terjadi pada tendon di mana saja, namun paling sering terjadi pada siku, pergelangan kaki (tendon Achilles), bahu, panggul, lutut, jari dan pergelangan tangan.

Penyebab dari nyeri tendon bermacam-macam. Tendonitis dapat disebabkan oleh trauma, penggunaan yang berlebihan, atau penurunan elastisitas karena proses penuaan. Kencing manis atau diabetes dan usia lanjut merupakan risiko yang menyebabkan tendinitis.

Penyebab Utama

Tendinitis pada kaki
Tendinitis pada kaki

Meski nyeri tendon dapat disebabkan karena cedera mendadak, hal ini lebih umum terjadi disebabkan gerakan yang terjadi berulang. Sebagian orang dengan kondisi tendinitis baik karena pekerjaan atau hobi dipicu gerakan berulang hingga adanya tekanan pada tendon.

Faktor usia yang makin bertambah dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tendinitis, hal ini disebabkan kelenturan tendon yang makin berkurang. nyeri tendon umumnya terjadi akibat adanya aktivitas yang melibatkan gerakan berulang atau olahraga tanpa melibatkan peregangan sebelumnya.

Baca juga : Pantangan syaraf kejepit

Selain bebarapa hal di atas, orang dengan obesitas, penyakit diabetes, hingga rheumatoid arthritis juga memiliki risiko mengalami nyeri tendon. Faktor lainnya yang dapat menyebabkan nyeri tendon adalah penggunaan antibiotik, seperti golongan levofloxacin dan ciprofloxacin. Hingga gaya hidup tak sehat seperti merokok.

Tipe Tendinitis

Tendinitis
Ilustrasi : Tendinitis pada bahu

Nyeri tendon dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis, menurut letak tendon yang terdampak, diantaranya:

  1. Lateral epicondylitis, merupakan nyeri tendon pada tendon di bagian siku luar. Penyebab utamanya adalah aktivitas melibatkan putaran di pergelangan tangan, seperti contoh pada atlit tenis atau atlit bulutangkis.
  2. Medial epicondylitis, merupakan nyeri tendon dibagian tendon siku dalam. Umumnya terjadi disebabkan gerakan siku seperti yang dilakukan atlit golf hingga bisbol.
  3. Achilles tendinitis, merupakan nyeri tendon di tendon Achilles (tendon belakang pergelangan kaki). Kondisi ini umumnya terjadi karena aktivitas lari atau lompat. Achilles tendinitis dapat terjadi pada cedera engkel.
  4. Rotator cuff tendinitis, merupakan nyeri tendon yang umum terjadi pada kegiatan olahraga terutama yang melibatkan gerakan angkat lengan, seperti berenang. Yang selanjutnya menyebabkan peradangan di tendon rotator cuff (otot pengendali putaran bahu).
  5. De quervain tendinitis, merupakan nyeri tendon yang terjadi di pergelangan tangan, tepatnya pada pangkal ibu jari. Kondisi ini jamak terjadi karena gerakan menggenggam atau mencubit. Pada kondisi tertentu dapat juga terjadi pada wanita selama hamilan tanpa diketahui penyebabnya.
  6. Knee tendinitis, merupakan nyeri tendon yang terjadi di tendon patellar pada bawah lutut atau pada tendon quadriceps. Dimana posisinya berada pada atas lutut. Kondisi ini lebih sering terjadi pada atlet basket hingga pelari jarak jauh.

Trauma kecil yang berulang juga dapat menyebabkan tendinitis, seperti:

  1. Posisi tubuh yang tidak baik selama bekerja misalnya penggunaan komputer, memotong, emenebang, menggergaji, mengecat dalam waktu lama, dan lain-lain.
  2. Mengemudi dalam waktu lama.
  3. Menggunakan punggung tangan (backhand), terutama dalam permainan tenis.
  4. Mengenakan sepatu yang tidak nyaman selama olahraga.

Tanda dan gejala Tendinitis

  1. Peradangan tendon atau ligament
  2. Gerakan sendi yang terkena terbatas, nyeri, nyeri tekan, bengkak
  3. Sendi yang terkena antara lain : siku, pergelangan kaki dan paha
  4. Kelemahan tendon akibat penumpukan kalsium

Cara Mencegah Nyeri Tendon :

  1. Hindari aktivitas yang memberikan tekanan pada otot tendon.
  2. Lakukan kombinasi olahraga yang dilakukan, seperti berlari dengan latihan ringan seperti bersepeda atau renang.
  3. Pemanasan terlebih dahulu.
  4. Persiapkan otot sebelum bermain.

Jika Anda, keluarga atau rekan Anda memiliki berbagai keluhan nyeri tendon, jangan berhenti untuk memberikan dukungan, karena dukungan dan masukan positif merupakan hal yang sangat penting bagi proses kesembuhan pasien. Jangan ragu untuk mengonsultasikan nyeri Anda bersama Lamina Pain and Spine Care

KLIK DISINI UNTUK KONSULTASI GRATIS DENGAN DOKTER WAWAN DAN TIM (082123977262)

Saat Anda mengalami tendonitis ini segera hubungi praktisi medis terdekat untuk diberikan terapi. Saat terapi dengan obat-obatan sudah dilakukan tidak memberikan hasil. Anda dapat berkunjung ke Lamina Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, untuk berkonsultasi dengan pakar tendonitis kami. Seperti Dr Mahdian Nur Nasution SpBS.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Pain and Spine Center merupakan One Stop Service untuk menangani nyeri dan masalah pada tulang belakang yang didukung oleh teknologi terkini

Operasional Klinik

Senin : 08.00 - 22.00
Selasa : 08.00 - 22.00
Rabu : 08.00 - 22.00
Kamis : 08.00 - 22.00
Jumat : 08.00 - 22.00
Sabtu : 08.00 - 22.00
Minggu : Tutup

©2020, Lamina Pain and Spine Center. All Rights Reserved.

    Daftar Online

    Daftar Online