Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center

Operasi Saraf Kejepit Bisa Sebabkan Kelumpuhan, Ini Faktanya!

Apakah Anda merasa takut untuk menjalani operasi saraf kejepit karena konon katanya bisa menyebabkan lumpuh? Kebanyakan orang pasti pernah mengalami keluhan pada tulang belakangnya. Namun, tak semua masalah nyeri tulang belakang itu saraf kejepit. Rasa nyeri ini mungkin ditimbulkan oleh kondisi atau penyakit tertentu lainnya. Jika nyeri yang Anda rasakan semakin hebat dan berkepanjangan, maka bisa jadi itu tanda saraf kejepit. Apabila mengalami kondisi ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf untuk penanganan yang tepat.

Sebagian orang menganggap bahwa jika merasa sakit pada bagian punggung atau pinggang adalah hal yang biasa. Namun, Anda tetap harus waspada ya! Nah, sebelum membahas lebih lanjut tentang saraf kejepit dan penanganannya, yuk ketahui dulu perbedaan nyeri pinggang biasa dan saraf kejepit.

Perbedaan Nyeri Pinggang Biasa dan Saraf Kejepit

kebiasaan penyebab saraf kejepit

Gejala nyeri pinggang biasa (low back pain) dan akibat saraf kejepit berbeda dari jenis nyeri, lokasi, dan intensitas keparahan nyerinya.

Yang biasanya terjadi, gejala nyeri pinggang biasa yaitu timbulnya rasa sakit pada area punggung bawah, tulang rusuk bagian bawah, hingga ke bagian pinggang. Pada sakit pinggang biasa, Anda mungkin hanya merasakan pegal dan nyeri ringan yang akan hilang dan membaik seiring waktu.

Namun, jika nyeri pinggang terjadi karena saraf kejepit, maka rasa sakitnya bisa semakin menusuk dari hari ke hari dan tak kunjung membaik. Gejala akibat saraf kejepit ini bisa bertambah parah dan intens (terus menerus).

Gejala yang berkepanjangan ini yaitu antara lain mati rasa atau kebas pada salah satu sisi tubuh, rasa nyeri menjalar ke lengan atau tungkai, kesemutan, dan kelemahan otot.

Rasa nyeri akibat saraf kejepit ini bisa muncul karena cedera olahraga, aktivitas fisik berulang dan terus menerus, faktor pertambahan usia, ataupun postur tubuh yang salah. Bahkan, nyerinya bisa muncul ketika Anda sedang tidak melakukan aktivitas berat, misalnya duduk atau beristirahat.

Lalu, bagaimana mengatasinya dan benarkah operasi bisa membuat lumpuh?

Operasi Konvensional Bisa Berbahaya

Setelah melakukan pemeriksaan dan mendiagnosa terkena saraf kejepit, dokter spesialis bedah saraf biasanya akan menyarankan beberapa metode pengobatan.

Umumnya, penanganan awal saraf kejepit yaitu dengan terapi konservatif, seperti pemberian obat, terapi fisik atau fisioterapi, beristirahat secukupnya, dan terapi lainnya. Namun demikian, jika nyeri tidak juga sembuh dan keluhan yang terasa semakin memburuk, maka penanganan selanjutnya yaitu dengan tindakan bedah (operasi).

Ada beragam jenis operasi saraf kejepit, yaitu discectomy, laminectomy, operasi fusi spinal diskus artificial, dan tindakan operasi tulang belakang lainnya. Berbagai tindakan ini dilakukan berdasarkan diagnosa dokter terhadap level saraf kejepit, gejalanya, usia, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan Anda secara umum.

Mungkin, ketakutan akan operasi saraf kejepit bisa menyebabkan lumpuh bukan tanpa alasan. Sebab, pada kasus saraf kejepit leher, operasi akan dilakukan pada area tulang belakang. Area ini merupakan saluran jaringan saraf yang mengirim sinyal dari otak ke seluruh tubuh, sehingga bisa berisiko terjadi kelumpuhan jika ada kesalahan saat melakukan tindakan.

Sebagaimana tindakan medis lain, operasi saraf kejepit juga memiliki efek samping. Setelah tindakan, berbagai risiko mungkin terjadi, seperti perdarahan, infeksi, ataupun cedera saraf yang parah.

Penanganan Tepat Saraf Kejepit dengan Endoskopi PSLD

Saat ini, teknologi canggih semakin berkembang sehingga memudahkan dokter dalam melakukan teknik operasi agar lebih efektif dan efisien.

Salah satunya yaitu endoskopi tulang belakang PSLD atau Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression. PSLD merupakan tindakan minimal invasif pada tulang belakang yang menggunakan endoskopi melalui sayatan kecil sebesar 7 mm. PSLD bekerja dengan cara memasukkan alat dekompresi endoskopi yang terhubung dengan layar monitor, agar memudahkan dokter dalam melihat secara lebih jelas saraf yang terjepit. Dokter kemudian akan mulai memotong setiap sendi, cakram hernia ataupun ligament flavum yang menekan saraf, tanpa membuat banyak otot cedera.

Oleh karena itu, kini Anda tak perlu lagi khawatir karena saraf kejepit bisa sembuh dengan tindakan yang lebih aman yaitu endoskopi PSLD. Kelebihan lain dari PSLD yaitu waktu tindakan relatif singkat, tanpa rawat inap, dan masa penyembuhan lebih cepat.

Di Klinik Lamina Pain and Spine Center, kami memiliki dokter spesialis bedah saraf yang kompeten dan berpengalaman dalam menangani semua masalah nyeri dan tulang belakang. Dengan menggunakan teknologi canggih untuk pengobatan saraf kejepit dan nyeri lainnya, Lamina menjadi salah satu klinik yang terpercaya di Indonesia.

Untuk bekonsultasi dengan dokter kami dan informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Care Line Officer pada nomor kontak yang tertera.

Semoga bermanfaat!

Baca juga: Ini Pentingnya Melakukan Endoskopi PELD untuk Atasi Saraf Kejepit

 

 

 

 

Artikel Terkait