Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center

Pengobatan Meningitis Berdasarkan Penyebabnya

Pengobatan meningitis memiliki tujuan untuk mengurangi pembengkakan dan juga peradangan yang terjadi. Menurut  Internal Medicine Journal, Young .N & Thomas, M (2018), penyakit meningitis sendiri memiliki ciri yaitu adanya peradangan pada bagian selaput pelindung otak dan juga sistem saraf meninges atau tulang belakang. Peradangan ini terjadi karena adanya infeksi virus dan juga bakteri hingga penggunaan obat-obatan serta karena penyakit autoimun. Penyakit ini juga bisa menyebabkan leher kaku dan sakit kepala yang intens.
Kemudian, penyebab dari penyakit meningitis dan juga tingkat keparahannya akan menentukan jenis pengobatan yang perlu pasien jalani. Umumnya adalah obat-obatan medis, tapi pasien juga bisa melakukan pengobatan rumahan untuk melengkapi pengobatan yang sedang berjalan. 

Pengobatan meningitis berdasarkan penyebabnya

Tujuan dari pengobatan meningitis adalah untuk membantu mengurangi pembengkakan serta peradangan yang terjadi pada bagian selaput meninges dan membantu pasien untuk sembuh lebih cepat. 

Pengobatan meningitis bisa bervariasi tergantung dari penyebab peradangan yang muncul. Mengutip dari Diagnosis and treatment of bacterial meningitis. Archives Of Disease In Childhood, El Bashir, H (2019), tidak semua penyebab penyakit ini berbahaya, namun pada beberapa kasus banyak pasien yang terlambat mendapatkan pertolongan sehingga memerlukan bantuan pengobatan yang serius. 

Penyebab dari penyakit meningitis akan pasien ketahui setelah menjalani pemeriksaan lumbal, yaitu dengan mengambil cairan serebrospinal pada bagian yang melapisi tulang belakang bawah. 

Berikut beberapa metode pengobatan meningitis untuk meredakan nyeri sesuai dengan penyebabnya: 

1. Obat meningitis virus 

Dalam beberapa kasus penyakit meningitis yang terjadi karena virus bisa berangsur membaik dan juga sembuh. 

Namun, jika penyakit meningitis akibat virus dan memicu kondisi yang semakin parah maka dokter akan memberikan obat antiviral seperti acyclovir dan juga dexamethasone untuk meredakan pembengkakan pada sekitar bagian otak. Acyclovir hanya bisa untuk pasien meningitis yang mengalami radang otak. Selain itu dokter juga akan memberikan obat antikonvulsan untuk meringankan dan menghindari gejala kejang. 

2. Obat meningitis bakterialis 

Penyakit meningitis bisa terjadi karena bakteri dan bisa menimbulkan dampak kesehatan yang serius pada pasien. Salah satunya adalah kondisi sepsis yaitu infeksi pada pembuluh darah. Hal ini karena sebelum sampai ke selaput bagian otak bakteri penyebab penyakit meningitis akan menyebar pada pembuluh darah. 

Pengobatan penyakit meningitis akibat dari bakteri perlu pasien lakukan sesegera mungkin sebelum muncul komplikasi penyakit lain. Dalam banyak kasus yang cukup serius seperti pada meningokokus meningitis bahkan memerlukan pertolongan darurat dari rumah sakit. 

Langkah pengobatan awal biasanya dokter akan memberikan antibiotik suntik ataupun intravena. Namun jenis antibiotik yang pasien terima akan disesuaikan dengan penyebab munculnya penyakit. Umumnya pada tindakan awal dokter akan memberikan antibiotik seperti penicillin, ceftriaxone dan juga ampicillin. 

Mengutip jurnal Diagnosis and Treatment of Bacterial Meningitis (2021) menyebutkan jika antibiotik untuk pasien meningitis perlu dikonsumsi selama 7 hingga 14 hari. Semetara itu, untuk infeksi akibat streptokokus grup B pasien meningitis perlu menggunakan antibiotik hingga 21 hari. Obat kortikosteroid juga akan pasien meningitis konsumsi untuk mengurangi risiko terjadinya pembengkakan otak. 

Jenis pengobatan meningitis lainnya

Penyakit meningitis juga bisa terjadi karena adanya infeksi jamur. Untuk mengatasinya maka perlu obat-obatan antijamur, seperti: 

  1. Amphotericin B, 
  2. Itraconazole, 
  3. Fluconazole. 

Namun untuk pengobatan radang selaput otak ini bisa memberikan efek samping. Oleh karena itu pengobatan ini perlu pemeriksaan di laboratorium yang menyatakan penyebab dari munculnya penyakit meningitis adalah jamur. 

Artikel Terkait