Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
penyebab saraf kejepit di pinggang

Cedera Berolahraga, Penyebab Saraf Kejepit di Pinggang Belakang

Ada berbagai penyebab saraf kejepit di pinggang belakang yang sebaiknya diwaspadai. Misalnya, ketika sedang berolahraga tiba-tiba Anda terjatuh dalam posisi duduk. Kondisi ini bisa mengakibatkan nyeri pinggang yang jika dibiarkan, lama kelamaan akan menjalar hingga ke kaki. Jika gejala nyeri sudah menjalar dan disertai kebas ataupun kesemutan, maka bisa jadi Anda terkena saraf kejepit. 

Pengertian Saraf Kejepit

low back pain

Saraf kejepit merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika ada bantalan di ruas tulang belakang yang menonjol keluar dan menekan saraf di sekitarnya. Tekanan berlebih pada saraf pada akhirnya akan menimbulkan sejumlah gejala.

Jika mengalami saraf kejepit di pinggang, gejala nyeri bisa berawal dari area pinggang yang meluas hingga ke bokong, paha dan pergelangan kaki. Rasa nyeri ini mungkin juga muncul bersamaan dengan mati rasa atau kebas, kesemutan dan bahkan kelemahan otot pada pinggang dan kaki. 

Akibat gejala tersebut, Anda mungkin bisa kesulitan dalam menggerakkan anggota tubuh, seperti sulit berdiri, duduk, atau berjalan. Hal ini tentu akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sehingga, sangat penting untuk mengenali apa penyebabnya agar rasa sakitnya tidak bertambah parah. 

Ketahui Apa Penyebab Saraf Kejepit

Banyak hal bisa memicu saraf kejepit, tak hanya karena usia tua atau faktor degeneratif yang memang sering menjadi penyebab utamanya. Penyebab lain saraf kejepit di pinggang belakang yang sebaiknya Anda waspadai, yaitu: 

  • Cedera berolahraga atau akibat kecelakaan mobil
  • Duduk dengan posisi yang sama dalam waktu lama, misalnya saat bekerja di depan laptop
  • Bermain gadget dengan posisi leher menunduk 
  • Mengangkat benda berat dengan posisi menumpu yang salah
  • Postur tubuh yang tidak tepat saat berdiri ataupun berjalan
  • Obesitas atau berat badan berlebih yang bisa memberikan tekanan besar pada saraf

Selain faktor tersebut, penyakit tertentu juga bisa menyebabkan saraf kejepit. Misalnya, radang sendi (arthritis), infeksi tulang belakang, tumor atau kanker tulang belakang, dan fraktur kompresi (patah tulang). 

Baca juga: Hati-hati, 7 Kebiasaan Ini Bisa Menjadi Penyebab Saraf Kejepit!

Bagaimana Penanganan yang Tepat?

Untuk kasus saraf kejepit, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli. Anda bisa datang ke Lamina Pain and Spine Center atau konsultasi melalui online langsung dengan dokter spesialis bedah saraf kami. Dokter akan memberikan diagnosis berdasarkan serangkaian  pemeriksaan, baik itu pemeriksaan fisik maupun radiologis. Selanjutnya, dokter akan merekomendasikan beberapa metode pengobatan tanpa operasi untuk kesembuhan yang optimal. 

Salah satu teknik pengobatan saraf kejepit yang dokter sarankan yaitu endoskopi BESS. Endoskopi BESS bekerja dengan cara memasukkan alat dekompresi beserta kamera khusus ke dalam ruas tulang belakang melalui dua sayatan. Melalui dua sayatan dan kamera yang terhubung dengan layar monitor, dokter dapat dengan leluasa mengambil atau menghilangkan tonjolan bantalan tulang yang menekan saraf. 

BESS merupakan tindakan non-pembedahan yang minim risiko dan membutuhkan waktu yang relatif singkat. Dengan BESS, nyeri akibat saraf kejepit bisa hilang dan Anda dapat kembali beraktivitas seperti biasa. 

Yuk, segera periksakan diri ke Lamina Pain and Spine Center dan bebaskan hidup dari rasa nyeri yang mengganggu!

Artikel ini telah ditinjau oleh: dr. Faisal, Sp.BS (Dokter Spesialis Bedah Saraf di Lamina Pain and Spine Center)

Artikel Terkait