Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
posisi tidur

Posisi Tidur Ini Tak Boleh Dilakukan oleh Penderita Saraf Kejepit!

Posisi tidur penderita saraf kejepit ternyata sangat penting bagi proses penyembuhan penderitanya. Oleh karena itu, posisi tidur harus benar-benar diperhatikan. Apalagi tidur pulas merupakan hal yang sangat jarang penderita saraf kejepit dapatkan, akibat nyeri yang sering kambuh pada malam hari. Tak banyak yang tahu tidur dengan posisi tertentu ternyata dapat memperburuk kondisi pada saraf yang terjepit. Untuk itu, sebaiknya dari sekarang cobalah untuk merubah kebiasaan posisi tidur dengan posisi seperti telentang dan tegak lurus. Dan hindari tertidur dengan posisi tertentu agar tak memperparah gejala dari kondisi saraf kejepit.

Gejala saraf kejepit

posisi tidur

Cakram atau bantalan pada tulang memiliki peran penting dalam sistem fungsi gerak manusia. Bantalan tulang ini dapat membantu manusia bergerak lebih lancar. Namun, terkadang bantalan tulang dapat mengalami gangguan seperti cedera atau terluka. Hal ini dapat menimbulkan tonjolan yang menyebabkan saraf sekitarnya terjepit. Ketika, saraf terjepit, biasanya penderita akan mengalami gejala seperti:

  • Sering mengalami kebas atau mati rasa.
  • Melemahnya otot-otot, sehingga penderita terkadang sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Merasakan nyeri luar biasa yang bisa memburuk saat bangun tidur atau malam hari.

Nyeri yang tajam merupakan gejala utama pada penderita saraf kejepit. Aktivitas sederhana saat membungkuk dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam pada penderitanya. Termasuk posisi tidur yang terkadang banyak disepelakan.

Baca juga: Atasi Saraf Kejepit Hanya 10 Menit di Klinik Nyeri Lamina!

Tips memilih posisi saat tertidur yang baik

Posisi saat tertidur sangat penting untuk diperhatikan oleh penderita saraf kejepit. Hal ini agar penderita dapat meminimalisir rasa sakit yang datang secara tiba-tiba. Selain itu, posisi saat tidur yang baik juga mampu mencegah kondisi saraf kejepit yang bertambah parah. Untuk itu, ada beberapa posisi yang baik untuk para penderita kejepit, seperti:

  • Tidur telentang atau tidur di kursi malas merupakan posisi tidur yang pas untuk meredakan sakit punggung pada penderita saraf kejepit.
  • Pilihlah posisi tidur yang dapat mempertahankan lengkungan alami atau yang dapat menghindari tekanan pada posisi saraf yang terjepit.
  • Gunakan bantal tipis untuk menyangga lutut atau di bawah punggung. Posisi ini penderita bisa lakukan jika saraf yang tertekan ada di area di bawah pinggang belakang.
  • Jangan menggunakan bantal yang terlalu tinggi. Hal ini dapat membuat tulang belakang tidak sejajar sehingga menimbulkan nyeri saat terbangun.
  • Pilihlah bantal yang membuat kamu nyaman. Biasanya pemilihan bantal sesuai dengan berat badan masing-masing penderita.
  • Posisi miring juga masih bisa penderita lakukan asalkan, tidak menekan saraf yang terjepit.

Posisi yang harus dihindari

Tidur telengkup merupakan salah satu posisi tidur yang harus penderita saraf kejepit hindari. Tidur dalam posisi tengkurap akan menyebabkan banyak tekanan pada otot dan sendi yang ada pada tulang belakang. Sehingga menyebabkan rasa nyeri bagi penderita saraf kejepit. Selain itu, tidur tengkurap juga mengharuskan kamu memutar leher ke samping, hal ini rentan menyebabkan rasa nyeri pada leher dan punggung bawah. Untuk itu, posisi tengkurap harus sangat dihindari bagi para penderita saraf kejepit.

Baca juga: Meminimalisir Cedera dan Nyeri Dengan Fisioterapi

Pengobatan saraf kejepit

Jika kamu ingin melakukan pengobatan pada permasalahan saraf kejepit, kamu bisa datang ke klinik Lamina Pain and Spine Center. Klinik yang khusus menangani permasalahan nyeri dan tulang belakang. Sebagai klinik one stop service, Lamina menyediakan layanan konsultasi, antar jemput, tindakan, hingga penyembuhan dengan fisioterapi. Silahkan hubungi nomor yang ada di Website untuk info lebih lanjut atau untuk melakukan konsultasi online!

Artikel Terkait