Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
nyeri punggung skoliosis

Punggung Belakang Nyeri, Benarkah Tanda dari Skoliosis?

Punggung belakang nyeri bukanlah suatu penyakit, namun merupakan gejala dari suatu penyakit. Sakit punggung ini dapat menyerang siapapun dari segala usia. Punggung manusia teradiri dari struktur dan bagian-bagian yang kompleks seperti otot, ligamen, tendon, cakram, dan tulang. Segmen tulang belakang tersebut dilapisi oleh bantalan tulang rawan (disk). Komponen tersebut bekerja secara bersamaan untuk menopang tubuh manusia, sehingga bebas leluasa untuk bergerak. Jika terdapat masalah di beberapa komponen tersebut, maka bisa menyebabkan seseorang merasakan nyeri punggung.

Gejala nyeri punggung

Ada beberapa gejala yang sering penderita rasakan ketika merasakan nyeri punggung/back pain, seperti:

  • Merasakan sensasi seperti tertusuk di belakang punggung.
  • Merasakan nyeri hingga seperti terbakar dan tertusuk.
  • Nyeri terkadang menyebar ke seluruh kaki ketika melakukan kegiatan seperti membungkuk, mengangakat, dan memutar.
  • Punggung terasa kaku.

Selain gejala di atas, penderita mungkin saja mengalami beberapa gejala lainnya. Nyeri pada bagian belakang biasanya akan membaik dengan sendirinya. Namun, segeralah lakukan konsultasi ke dokter jika mengalami beberapa gejala back pain, seperti:

  • Nyeri pada belakang tidak hilang selama berminggu-minggu.
  • Gejala tidak membaik meskipun sudah melakukan istirahat yang cukup.
  • Nyeri menyebar ke seluruh atau sebagian kaki ke daerah lutut.
  • Sakit pada punggung disertai dengan kelelahan, penurunan berat badan drastis.
  • Sakit pada tulang belakang di barengi dengan demam dan migrain.

Beberapa gejala tersebut mungkin saja tanda dari suatu penyakit serius. Untuk itu, segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami sakit punggung dengan gejala di atas.

Baca juga: Penyebab Nyeri Punggung Pagi Hari Dan Penanganannya

Benarkah pertanda dari skoliosis?

nyeri punggung skoliosis

Skoliosis merupakan kondisi melengkungnya bagian tulang belakang ke salah satu sisi, biasanya berbentuk huruf “S” atau “C”. Hal ini dapat merubah struktur posisi tulang rusuk dan membuat otot-otot di sekitar punggung menjadi tegang sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman dan rasa tidak sakit di area bagian punggung. Masalah ini sering terjadi pada anak remaja pada umur 10-15 tahun, namun bukan berarti para orang dewasa dan lansia tidak bisa mengalaminya. Biasany ada beberapa penyebab dari masalah skoliosis, di antaranya:

  • Cedera pada area bagian tulang belakang terutama punggung.
  • Infeksi pada tulang.
  • Masalah pada bantalan tulang akibat usia.
  • Distrofi otot, atau gangguan saraf dan otot.

Selain itu, terlalu lama duduk dengan posisi menyamping juga bisa menyebabkan masalah skoliosis. Tak hanya menggangu penampilan, namun skoliosis juga menyebabkan penderitanya merasakan sakit di area punggung. Namun, tidak semua nyeri punggung merupakan pertanda bahwa seseorang mengalami skoliosis. Ada beberapa gejala dari skoliosis yang berbeda dengan sakit punggung biasanya.

Baca juga: Terapi Latihan Fisioterapi Pada Skoliosis Apa Saja?

Gejala pada skoliosis 

Tidak semua sakit tulang belakang merupakan pertanda skoliosis. Untuk itu, Anda bisa membedakannya dengan gejala yang sering muncul pada penderita skoliosis. Seperti:

  • Nyeri punggung biasanya terjadi pada bagian bawah.
  • Merasa sakit dan kaku pada area punggung.
  • Merasa sering kelelahan.
  • Postur tidak normal, pinggul tidak rata.
  • Ukuran bahu tidak sejajar. Satu sisi bahu biasanya lebih tinggi dari sisi lainnya.
  • Tulang belakang terlihat tidak lurus.

Namun, pada penderita anak kecil, skoliosis sulit untuk teridentifikasi. Biasanya skoliosis pada anak akan terlihat ketika mereka sudah beranjak remaja/dewasa. Untuk itu, jika Anda mengalami sakit pada area belakang, segeralah untuk melakukan konsultasi di Klinik Lamina Pain & Spine Center. Anda bisa datang ke klinik langsung atau melakukan konsultasi online. Nyeri punggung bukan masalah sepele, karena bisa merupakan tanda dari suatu penyakit. Untuk itu, pemeriksaan sedini mungkin sangat penting Anda lakukan untuk mencegah penyakit yang tidak diinginkan!

Artikel Terkait