Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
Mengenal Pengobatan Syaraf Kejepit Modern yang Menjadi Pilihan Raffi Ahmad!

Saraf Kejepit di Pinggang Belakang, Begini Cara Perawatan di Rumah

Saraf kejepit di pinggang belakang terjadi karena adanya saraf yang terjepit pada tulang belakang lumbal atau punggung bagian bawah. Melansir Lancaster Ortho (2021), terdapat beberapa kondisi atau penyakit yang bisa menyebabkan terjadinya saraf terjepit, seperti: 

  1. Penyakit herniasi diskus, 
  2. Bone spurs akibat penyakit osteoarthritis, 
  3. Stenosis spinal, 
  4. Arthritis spinal, 
  5. Mengerjakan aktivitas yang berulang, 
  6. Postur tubuh yang kurang baik, 
  7. Kondisi lain, seperti spondylolisthesis, infeksi hingga tumor, 
  8. Regangan mekanis. 

Gejala saraf kejepit di pinggang belakang

Umumnya gejala saraf terjepit/ HNP  terjadi pada penderita pada umur 30-50 tahun. Kondisi ini terjadi karena bertambahnya usia, tulang belakang akan menjadi saling menekan dan diskus pada tulang belakang yang akan mengalami degenerasi. 

Saat saraf terjepit oleh tulang, jaringan, tulang rawan atau otot sekitar, maka fungsi saraf bisa terganggu dan memunculkan gejala nyeri, lemas, kebas dan juga kesemutan. Gejala ini biasanya terjadi pada bagian punggung bawah, tungkai, panggul, pergelangan kaki atau bahkan kaki. 

Melansir Spine Health (2021), gejalanya seperti: 

  1. Nyeri pada bagian punggung bawah yang cukup tajam, 
  2. Nyeri yang menjalar ke area bokong, tungkai hingga kaki sesuai dengan jalur saraf radikulopati. Saat radikulopati mengalami iritasi atau menekan akar saraf secara spesifik pada punggung bawah, yaitu tulang belakang lumbal 4 hingga sacral 3 yang nyeri disebut sciatica. 
  3. Mengalami kaku otot, 
  4. Sensasi yang nyeri seperti tertusuk jarum atau kesemutan, 
  5. Kebas atau lemah pada tungkai, 
  6. Hilangnya refleks. 

Saat kondisi saraf kejepit di pinggang belakang terasa nyeri dan mengganggu aktivitas harian, maka sebaiknya kamu melakukan pemeriksaan ke dokter. Klinik Lamina Pain and Spine Center adalah salah satu rekomendasi pilihan klinik yang bisa pasien pilih untuk memeriksakan kondisi nyeri akibat saraf kejepit di pinggang belakang. 

Penanganan saraf kejepit di pinggang belakang

Penanganan saraf terjepit tergantung pada kondisi keparahan gejala dan berapa lama durasi terjadinya. Umumnya dokter akan merekomendasikan penanganan dasar, non invasif pada penanganan pertama. Melansir Healthline (2021) 95% kasus saraf tidak perlu melakukan tindakan bedah untuk meredakan gejala. 

Penanganan konservatif kondisi saraf terjepit adalah dengan istirahat, kompres menggunakan es, obat anti radang dan anti nyeri, suntikan steroid, relaksan otot, penyokong lumbal dan juga terapi fisik. 

Terdapat 3 jenis perawatan sederhana yang bisa pasien coba lakukan, seperti: 

1. Penanganan rumahan

Pasien bisa melakukan penanganan rumahan seperti, modifikasi gaya hidup sehari-hari untuk membantu meredakan gejala nyeri. Penanganan rumahan yang bisa pasien lakukan seperti, memperbanyak waktu istirahat, mengompres area nyeri dengan air dingin, melakukan olahraga ringan secara rutin serta mengubah posisi tidur. 

2. Obat-obatan 

Pasien dengan keluhan saraf kejepit di pinggang belakang juga bisa menggunakan obat anti peradangan non steroid untuk meredakan nyeri yang kerap terjadi. 

3. Terapi fisik 

Saraf kejepit di pinggang belakang bisa berukurang dengan rutin melakukan peregangan dan melakukan olahraga yang bisa mengembalikan posisi tulang belakang. Pasien saraf terjepit bisa memilih metode fisioterapi sebagai salah satu metode penyembuhan. 

 

Artikel Terkait