Mulai dari kondisi ringan yang terjadi di bahu seperti pegal linu biasa, atau salah posisi tidur, hingga kondisi yang cukup parah seperti arthritis, tulang rawan robek, serta cedera, semuanya bisa menimbulkan nyeri pada bahu. Selain itu, saraf terjepit leher juga salah satu penyebab lainnya yang paling sering dikeluhkan sehingga akhirnya muncul rasa nyeri tidak tidak nyaman. Beberapa ciri saraf terjepit di leher diantaranya;

  1. Mati rasa pada lengan dan tangan
  2. Rasa sakit di bahu dan sekitar leher, terutama ketika menengokkan kepala
  3. Nyeri yang mengganggu
  4. Otot pada lengan, tangan, dan bahu melemah
  5. Kesulitan saat tidur karena posisi tidur kerap membuat bahu semakin nyeri
  6. Meski hanya saraf di bagian bahu saja yang terjepit, tapi rasa sakit yang ditimbulkan bisa menjalar hingga ke place tubuh lainnya. Misalnya hingga mencapai bagian belakang kepala, leher, lengan, maupun tangan. Tak heran, orang yang sedang mengalami saraf bahu terjepit umumnya kesulitan untuk mengangkat suatu benda yang cukup berat.

Saraf Terjepit Leher Terjepit?

Saraf bahu terjepit bisa timbul ketika tulang dan jaringan di sekitar bahu mengalami pembengkakan sehingga akhirnya menekan saraf yang ada di sepanjang tulang belakang, leher, dan bahu.

Itulah mengapa, secara tidak langsung kondisi saraf terjepit di bahu ini bisa memengaruhi fungsi leher dan tulang belakang. Bahkan, saraf yang seharusnya bertugas untuk menghantarkan sinyal dari otak dan yang menuju ke otak pun bisa terganggu.

Bukan hanya itu saja, penyebab umum saraf bahu terjepit lainnya juga meliputi degenerasi diskus tulang belakang yang biasanya terjadi sering bertambahnya usia. Terutama saat cakram yang berperan sebagai bantalan pada tulang belakang semakin melemah sehingga kemudian membuat tulang dan saraf saling bergesekan satu sama lain.

Jika aktivitas membungkukkan tubuh, mengangkat barang, dan memutar posisi kepala membuat bahu Anda terasa nyeri, kemungkinan besar Anda mengalami hernia diskus. Cakram tulang belakang yang menyembul keluar di leher, bisa menekan saraf bahu Anda yang nantinya memicu rasa nyeri.

Kemungkinan lainnya, cedera akibat pernah mengalami kecelakaan, usai melakukan kegiatan olahraga, maupun aktivitas apapun, nyatanya berisiko mengakibatkan peradangan saat saraf bahu terjepit.

Bagaimana penanganan yang tepat untuk kondisi ini?

Pada dasarnya, sebagian besar kasus saraf terjepit pada bahu akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun sebelum memberikan suatu pengobatan, dokter tetap akan mempertimbangkan penyebab dan tingkat keparahan yang ditimbulkan sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Anda biasanya akan diresepkan obat anti inflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen, maupun obat kortikosteroid oral atau melalui suntikan. Terapi fisik bisa jadi pilihan selanjutnya guna membantu mengurangi kekakuan otot dan memperluas pergerakan anggota gerak. Jika perawatan non-bedah tersebut tidak kunjung memberikan hasil positif, dokter dapat menempuh jalan lain dengan melakukan tindakan operasi.

Selain dengan perawatan medis, Anda juga bisa melakukan perawatan sendiri di rumah guna meredakan nyeri di saraf bahu yang terjepit. Misalnya dengan menggunakan kompres es yang telah dibalut dengan handuk ke seluruh area leher dan pundak. Selain itu, selalu tempatkan posisi tubuh yang sesuai saat duduk dan berbaring agar tidak semakin memperparah nyeri pada bahu. Rutin olahraga juga bisa mengurangi kekakuan otot di sekitar bahu.

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Daftar Online

Daftar Online

Daftar Sekarang