Saraf Terjepit

Pada Kesempatan kali ini kita akan bahas terkait saraf terjepit. Sistim saraf ada disetiap bagian tubuh kita, mulai dari sistim pernafasan, mengkontrol otot-otot tubuh, hingga   merasakan sensasi dingin dan panas, baik dari dalam maupun luar tubuh. Secara anatomi, saraf manusia dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu; saraf autonomic, saraf motoric, dan saraf sensorik. Karena pentingnya sistim saraf pada tubuh kita, saat terjadi nyeri saraf atau kerusakan saraf, hal ini akan sangat menganggu kualitas hidup pasien.
Salah satu gangguan saraf yang paling banyak dikenal masyarakat Indonesia adalah saraf terjepit pada tulang belakang. Saraf terjepit dapat disebabkan oleh adanya kompresi (tekanan) pada saraf tulang belakang. Tekanan pada saraf tulang belakang ini dapat terjadi saat melakukan gerakan tertentu secara berulang atau pada kondisi lain seperti saat posisi duduk dalam waktu yang cukup lama atau saat tidur dalam posisi tertentu
Beberapa pengetahuan tentang saraf terjepit seperti dibawah ini:

1. Mengenal saraf terjepit
2. Gejala saraf terjepit
3. Penyebab saraf terjepit

Konsultasi

saraf terjepit

Mengenal saraf terjepit

Penekanan terhadap saraf tulang belakang yang sensitif ini dapat disebabkan oleh jaringan tubuh lain seperti diantaranya; ligament, tendon, tulang. Sebagai contoh adanya inflamasi pada saraf yang keluar dari rongga tulang belakang dappat menyebabkan nyeri di daerah pinggang atau bokong. Karena masih berhubungan dengan saraf-saraf yang ada di bagian leher, gejala nyeri yang dirasakan pasien juga mungkin menjalar hingga leher itu sendiri, bahu bahkan hingga lengan Anda atau dikenal dalam dunia kedokteran sebagai servikal radikulopati. Jika penekanan saraf tulang belakang terjadi di tulang lumbar, Anda mungkin mengalami nyeri menjalar dari pinggang, paha, betis hingga telapak kaki dalam dunia kedokteran dikenal sebagai lumbar radiculopathy atau nyeri saraf sciatic.

Konsultasi
Gejala saraf terjepit

Tanda dan gejala saraf terjepit seperti halnya nyeri, kebas dan kelemahan bagian tubuh tertentu hadir ketika tulang, bantalan tulang belakang menekan saraf. Seperti contoh saat bantalan tulang belakang pecah atau menonjol, yang dalam dunia kedokteran disebut sebagai herniated disc/ herniated nucleus pulposus. Dapat juga disebabkan oleh pertumbuhan tulang yang tidak normal, sehingga mempersempit ronga saraf tulang belakang.
Penekanan pada saraf tulang belakang di leher, juga memungkinkan terjadinya gejala seperti kebas, kesemutan, pembengkakan, rasa tidak nyaman hingga nyeri sampai kedaerah pundak, tangan, lengan, jari-jari tangan, dan telapak tangan. Meski demikian gejala seperti ini juga dapat mengarah ke beberapa kondisi kesehatan lain seperti diantaranya neuropathy perifer, sindroma carpal tunnel, dan tennis elbow.
Saat penekanan saraf terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, tidak menutup kemungkinan akan terjadi penurunan kekuatan perlindungan jaringan sekitar sehingga menyebabkan munculnya inflamasi hingga cairan disekitar saraf yang terjepit, kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga munculnya jaringan parut. Munculnya jaringan parut selanjutnya menyebabkan gangguan fungsi hingga kelemahan saraf.

Konsultasi
Penyebab Saraf Terjepit

Saraf terjepit terjadi ketika saraf pada tulang belakang mendapatkan tekanan atau kompresi dari jaringan sekitarnya, baik itu bantalan sendi yang menonjol, tulang yang tumbuh tidak normal atau adanya tumor pada tulang belakang.
Sementara pada kasus carpal tunnel sindrom, banyak jaringan yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti diantaranya kompresi pada saraf median carpal tunnel, pembengkakan selubung tendon, perubahan struktur tulang disekitar serta penebalan dan degenerasi dari ligament.
Beberapa kondisi kesehatan lain juga dapat menyebabakan penekanan pada saraf, termasuk diantaranya; cidera, radang sendi, rheumatoid arthritis, stress pada otot atau sendi karena pekerjaan berulang, olahraga berat, kegemukan.
Saat penjepitan saraf hanya terjadi dalam waktu singkat, kondisi ini umumnya tidak menyebabkan kerusakan permanen. Saat penekanan atau kompresi dapat disembuhkan umumnya fungsi saraf pada pasien dapat kembali normal. Namun jika kondisi saraf terjepit dibiarkan terlalu lama, dapat berdampak pada kerusakan permanen saraf tentunya disertai dengan adanya nyeri kronis.
Faktor Risiko
Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya saraf terjepit pada seorang individu, diantaranya;
– Jenis kelamin.
Wanita lebih rentan mengalami carpal tunnel syndrome karena wanita memiliki rongga carpal yang lebih kecil dibandingkan laki-laki.
– Taji tulang.
Merupakan kondisi medis yang dapat terjadi karena penebalan tulang atau karena adanya osteoarthritis.
– Radang sendi.
Radang sendi yang umumnya disebabkan oleh adanya rheumatoid arthritis juga dapat menyebabkan penekanan pada saraf, terutama di bagian persendian.
– Penyakit. tiroid
Mereka dengan riwayat penyakit tiroid, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya carpal tunnel syndrome.
– Diabates mellitus.
Mereka individu dengan riwayat penyakit diabetes mellitus juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami kompresi saraf.
– Kegemukan.
Berat badan berlebih meningkatkan risio terjadinya saraf terjepit.
– Kehamilan.
Peningkatan berat badan selama kehamilan ikut menyumbang risiko terjadinya saraf terjepit, baik disebabkan pembengkakan pada jalur saraf atau penekanan saraf.
Pencegahan
Selain faktor-faktor yang dapat menyebabkan risiko terjadinya saraf terjepit, beberapa aktifitas berikut ini, dapat mencegah terjadinya saraf terjepit, diantaranya;
a. Mempertahankan posisi tubuh yang baik setiap saat. Seperti jangan menyilangkan kaki anda saat duduk, atau berbaring hanya dalam satu posisi dalam jangkawatu lama.
b. Rutin melakukan kegiatan olahraga, untuk meningkatkan kekuatan otot.
c. Batasi kegiatan berat yang dilakukan berulang kali, seperti mengangta beban. Jika ini merupakan bagian pekerjaan anda, sempatkan beristirahat beberapa waktu.
d. Pertahankan berat badan ideal.

Konsultasi

Kontak Kami

Jalan Warung Jati Barat No.7A
Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran
Jakarta Selatan, 12740

085921277477 (CS Mampang)
081381847320 (CS Cibubur)
082213116661 (dr. Mahdian)

 

Tinggalkan Balasan

RS Meilia, Lantai 7, Jl. Alternatif Cibubur KM1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat 16454

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2867-8888

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now