Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center

Syaraf Terjepit di Leher? Jangan Remehkan, Bisa Menyebabkan Disabilitas

Kamu sedang mengalami syaraf terjepit di leher? Pasti rasanya tidak nyaman hingga bisa  mengganggu aktivitas sehari-hari. Walaupun sudah melakukan perenggangan, rasa sakitnya tidak juga mereda, salah-salah perenggangan, rasa sakitnya justru malah menjadi-jadi. Syaraf terjepit, terutama pada area leher memang tidak bisa sembarangan kamu obati. 

Saraf kejepit merupakan penyakit umum yang terjadi ketika, baik tulang, urat, atau otot memberikan tekanan berlebih pada saraf. Ketika kita berada dalam posisi yang sama dalam waktu yang lama lalu melakukan perenggangan secara tiba-tiba, maka kemungkinan bergesernya posisi saraf sehingga terekspos. Hal ini memudahkan saraf terjepit oleh tulang atau otot ketika secara tidak sadar kita memberikan tekanan.  Atau melakukan gerakan pada bagian yang terekspos menyebabkan malfungsi dan menghalangi sinyal yang seharusnya otak terima.

Baca Juga: Syaraf Terjepit Sama Dengan HNP? Gejala, Penyebab dan Penanganannya Apa?

Risiko Syaraf Terjepit di Leher

Syaraf terjepit di area leher memang memiliki resiko besar jika tidak segera meminta bantuan dokter.  Mengutip dari artikel Neck Pain: Initial Evaluation and Management mengatakan, syaraf terjepit di leher merupakan salah satu penyebab dari:

  • Disabilitas permanen. Saaraf terjepit di leher merupakan penyebab disabilitas nomor 4 terbesar di dunia.
  • Pada orang dewasa dan lansia, potensi rasa sakit saraf kejepit di leher lebih tinggi karena adanya penurunan generatif pada sendi dan cakram invertebrata.
  • Meskipun saraf kejepit adalah gejala yang umum muncul, namun hanya 1 dari 5 orang yang mencari bantuan profesional, sementara sisanya mengabaikan rasa sakitnya. Padahal, kondisi ini bisa menjadi gejala pertanda adanya komplikasi lainnya yang lebih serius, seperti patah tulang, syaraf yang terluka, komplikasi tulang punggung, dan lainnya, 

Penyebab Syaraf Terjepit di Leher

Penyebab syaraf terjepit di leher ada berbagai macam, salah satu penyebab terbesarnya adalah tingginya frekuensi tubuh dalam posisi duduk karena bekerja atau belajar. Posisi ini memberikan beban pada leher dalam waktu yang lama secara terus-menerus sehingga  meningkatkan risiko mengalami saraf terjepit.

Selain itu, adanya riwayat kecelakaan juga berpotensi meningkatkan frekuensi saraf kejepit, usia tua juga menjadi salah satu faktor syaraf terjepit di leher. 

Cara Mengobati 

Ada beberapa cara atau pengobatan yang dokter sarankan untuk mengurangi atau menyembuhkan rasa nyeri dan sakit karena saraf kejepit di leher, yaitu:

  • Dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat kamu minum secara oral atau jika perlu melalui penyuntikan.
  • Kompres hangat dan dingin secara bergantian. Metode ini berguna untuk meningkatkan dan melancarkan peredaran darah pada area leher.
  • Fisioterapi untuk membantu mengembalikan saraf ke daerah semula.
  • Istirahat yang cukup. Ketika istirahat, saraf tubuh akan berusaha untuk memperbaiki posisi mereka secara alami.
  • Perenggangan sebelum dan setelah olahraga. Aktivitas olahraga dapat memancing syaraf untuk kembali ke posisi semula secara aktif, namun tetap harus dibarengi dengan perenggangan agar otot dan syaraf tubuh tidak terkejut.
  • Operasi menjadi jalan terakhir apabila cara-cara tersebut tidak juga membantu.

Baca Juga: Pengobatan Syaraf Kejepit Leher Terbaru Endoskopi PECD

Beberapa metode tersebut tentunya bisa kamu lakukan sendiri di rumah secara moderasi.  Namun apabila keluhan berlangsung dalam jangka panjang, sebaiknya  segeralah melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis bedah saraf terbaik di klinik Lamina Pain and Spine Center.

Artikel Terkait