Penyakit TBC tidak hanya terjadi pada paru-paru, tapi juga bisa terjadi pada penis dan bagian tubuh lainnya. Bagian tulang belakang yang paling sering terserang TBC tulang belakang adalah tulang belakang pada place toraks bagian bawah dan tulang punggung bagian atas.

Jika bantalan ini terinfeksi, maka jarak kedua ruas tulang belakang akan menyempit bahkan menempel. Tulang belakang pun akan kehilangan kelenturan dan rusak karena tidak mendapatkan asupan nutrisi. Seseorang yang mengalami kondisi ini bisa menjadi sulit untuk bergerak.

Pada kedua ruas tulang belakang yang saling menempel akibat kerusakan pada diskus, sel-sel yang mati akan terakumulasi sehingga membentuk sebuah abses, atau disebut sebagai gibus. Gibus ini akan membuat punggung terlihat bungkuk, seperti ada sesuatu yang menonjol.

Apa yang Menyebabkan TBC Tulang Belakang?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, TBC/ TB tulang belakang terjadi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis sudah menjalar melalui aliran darah. Selain itu, ada pula faktor risiko lain yang bisa meningkatkan seseorang terkena TBC tulang belakang, seperti kelemahan sistem kekebalan tubuh karena menderita infeksi virus HIV, tinggal di daerah atau negara yang mayoritas penduduknya menderita TBC, serta hidup dalam tingkat sosio-ekonomi rendah.

Bagaimana Gejala Munculnya TB Tulang Belakang? Berikut adalah beberapa gejala yang dapat muncul ketika seseorang terkena TBC tulang belakang:

  1. Sakit punggung pada bagian tertentu.
  2. Pada malam hari tubuh berkeringat dan demam.
  3. Mengalami penurunan berat badan atau mengalami anoreksia.
  4. Bungkuk atau kifosis yang kadang disertai pembengkakan di sekitar tulang belakang.
  5. Tubuh kaku dan tegang.
  6. Munculnya kelainan saraf, jika saraf ikut terganggu.
  7. Penonjolan tulang belakang (gibus).
  8. Munculnya benjolan pada bagian selangkangan akibat abses, yang sering dikira sebagai hernia.
  9. Kondisi di atas dapat terjadi secara bertahap atau mungkin tanpa disadari. Cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala di atas.

Untuk mendiagnosis TB tulang belakang, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik ditambah serangkaian pemeriksaan penunjang, seperti Rontgen tulang belakang, CT scan, MRI, dan biopsi jaringan sekitar ruas tulang belakang dengan menggunakan jarum.

Tes lainnya yang mungkin dilakukan adalah pemeriksaan darah lengkap, termasuk tes laju endap darah (LED). Pada pasien TBC tulang belakang, umumnya laju endap darah akan meningkat. Setelah tuberkulosis aktif dapat dikendalikan, laju endap darah akan kembali normal atau mendekati normal. Pada penderita TB tulang belakang, juga terjadi peningkatan jumlah sel darah putih.

TBC tulang belakang dapat diatasi dengan mengonsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) selama beberapa bulan secara teratur, tanpa putus obat. Untuk kasus TB tulang belakang yang menimbulkan komplikasi, misalnya kerusakan saraf, maka diperlukan penanganan dengan prosedur operasi. Kenali gejala-gejala TB tulang belakang dan segeralah periksakan diri ke dokter jika mengalami keluhan yang mencurigakan.

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Daftar Online

Daftar Online

Daftar Sekarang

//