preloader
Edit

Tentang Kita

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Info Kontak

Thoracic Outlet Syndrome Adalah Penyebab Mati Rasa Pada Lengan

  • Home
  • -
  • Blog
  • -
  • Thoracic Outlet Syndrome Adalah Penyebab Mati Rasa Pada Lengan
 Thoracic Outlet Syndrome Adalah Penyebab Mati Rasa Pada Lengan

Thoracic outlet syndrome adalah kondisi akibat adanya kompresi atau penekanan pada saraf dan pembuluh darah atau kompresi saraf pleksus brakialis (area lengan).

Selain itu thoracic outlet syndrome atau TOS menimbulkan nyeri pada lengan, bahu dan tangan disertai dengan kelemahan otot dan mati rasa pada lengan.

Penggunaan yang berlebihan area bahu dapat menyebabkan terjadinya kekakuan jaringan otot yang membuat thoracic outlet menjadi sempit dan menekan struktur neurovaskuler pada area tersebut.

Begitu pula dengan aktivitas fisik dengan pembebanan berat dengan menggunakan tangan, bahu maupun lengan.

Postur tubuh yang kurang baik juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami TOS.

Kelengkungan tulang belakang, seperti lordosis, kemungkinan juga dapat menekan area bahu antara otot pektoralis minor (otot pada dada) dan tulang iga pertama.

Untuk dapat mengenali thoracic outlet syndrome ini agak sulit karena gejalanya hampir mirip dengan kondisi medis lain.

Sesuai namanya, sindrom merupakan kumpulan gejala dari rasa tidak nyaman dan sensasi kesemutan pada ekstremitas (lengan dan tungkai), kelemahan otot, dan nyeri dari ringan hingga berat saat  menggerakkan leher, bahu, dan lengan atas. Perubahan warna juga bisa terjadi akibat berkurangnya sirkulasi darah.

Penyebab Thoracic Outlet Syndrome Adalah

Penyebab umum TOS adalah:

– aktivitas atau pekerjaan yang mengharuskan angkat beban berat

– olahraga yang mayoritas menggunakan gerakan lengan dan gerakan bahu memutar keluar (rotasi eksternal), misalnya renang (gaya bebas, gaya kupu-kupu, dan gaya punggung), polo air, baseball, tenis

– penambahan berat badan atau berat badan berlebihan

– cedera akibat kecelakaan maupun pekerjaan

– memiliki kelainan kongenital (keturunan) pada area leher, bahu, dan lengan.

Dampak Saraf Terjepit

Bila saraf yang tertekan dapat menyebabkan:

-Mati rasa dan kesemutan pada lengan dan/atau jari jemari tangan (jari keempat dan kelima).

-Nyeri pada leher, yang menjalar ke bahu, lengan, hingga tangan.

-Kelemahan pada tangan sehingga kesulitan menggenggam atau memegang benda.

-Rentang gerakan bahu terbatas.

-Spasme pada otot-otot lengan

Seringkali gejala memburuk saat mengangkat lengan atau bahu.

Bila penekanan ini terjadi pada pembuluh darah area bahu dapat menyebabkan:

-Tangan dan lengan berwarna kebiruan/pucat.

-Nyeri lengan dan kadang bengkak, yang mungkin akibat adanya bekuan darah pada pembuluh darah vena atau arteri pada tubuh bagian atas.

-Kelemahan denyut nadi

-Lengan, tangan dan jari-jari terasa dingin.

-Lengan mudah lelah walau aktivitas ringan

Trauma/cedera atau kecelakaan kendaraan bermotor dan musisi yang sering memainkan instrumen musik dengan menahan bahu dalam posisi tertentu dalam waktu yang lama dapat memperbesar risiko mengalami TOS

Perawatan dan Pengobatan TOS

Sesuai Genetic and Rare Diseases Information Center, hampir 80-99% penderita TOS mengalami kesemutan atau sensasi, seperti ditusuk jarum, akibat adanya tekanan atau kerusakan saraf perifer.

Penanganannya dokter akan fokus pada mengurangi atau menghilangkan gejala utamanya seperti nyeri dan kebas/kesemutan, dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Meminimalkan aktivitas dan faktor risiko yang mencetuskan nyeri bahu, atau berhenti sementara.

Terapi Fisik

Terapi fisik untuk membantu memperkuat dan meregangkan otot bahu, yang bertujuan untuk membuka thoracic outlet (celah antara tulang selangka dan tulang rusuk pertama), sehingga pergerakan menjadi lebih bebas dan memperbaiki postur tubuh yang kurang baik.

Selain itu, terapi fisik ini juga dapat membantu memperkuat dan meningkatkan fleksibilitas otot bahu dan otot leher.

Biasanya terapi fisik atau latihan ini akan menggabungkan latihan ketahanan dan peregangan bahu agar penyempitan area thoracic outlet membuka dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah dan saraf.

Obat-obatan

Dokter akan meresepkan obat-obatan antinyeri untuk membantu meredakan bengkak dan nyeri.

Selain itu kemungkinan dokter akan meresepkan obat antitrombolitik untuk mengurangi bekuan darah pada pembuluh darah. TOS akibat bekuan darah juga mengonsumsi obat antikoagulan agar bekuan darah tidak terbentuk lagi.

Jika kesemutan atau gejala lain yang menunjukkan keterlibatan saraf, dokter akan menguji saraf pada leher dan lengan. Dokter akan meminta Anda melakukan gerakan tertentu, antara lain menggerakkan kepala ke belakang, memutar leher, atau menekuk dan meluruskan pergelangan tangan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan radiologis untuk membantu memastikan diagnosis, antara lain rontgen, EMG, MRI, USG dan lainnya.

Anda Bisa Melakukan Ini

– Hindari posisi lengan terangkat atau ada di atas kepala, terutama saat tidur

– Mengatur waktu untuk beristirahat setiap 30 menit sekali saat melakukan pekerjaan

– Menurunkan berat badan yang berlebihan

– Menghindari tidur dengan posisi tengkurap dengan lengan di atas kepala

– Hindari mengangkat benda berat secara berulang

Mencegah TOS

Mencegah terjadinya TOS dengan cara mempertahankan jaringan otot dada bagian atas tetap dalam kondisi relaks.

Hal ini bisa dengan melakukan gerakan, peregangan dan terapi untuk membuat jaringan sekitar bahu dan leher menjadi relaks.

Dokter spesialis kedokteran fisik rehabilitasi akan menyusun rencana terapi fisik yang sesuai dengan kondisi Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Pain and Spine Center merupakan One Stop Service untuk menangani nyeri dan masalah pada tulang belakang yang didukung oleh teknologi terkini

Operasional Klinik

Senin : 08.00 - 22.00
Selasa : 08.00 - 22.00
Rabu : 08.00 - 22.00
Kamis : 08.00 - 22.00
Jumat : 08.00 - 22.00
Sabtu : 08.00 - 22.00
Minggu : Tutup

©2020, Lamina Pain and Spine Center. All Rights Reserved.

    Daftar Online

    Daftar Online