Trigeminal neuralgia adalah rasa nyeri kronis akibat gangguan Pad A saraf trigeminal atau saraf kelima dari 1 2 pasang saraf yang berasal dari otak. Saraf ini terletak pada setiap sisi wajah dan memungkinkan seseorang dapat merasakan beragam sensasi Pad A wajah.

Sebagian besar rasa nyeri Pad A trigeminal neuralgia terjadi pada salah satu sisi wajah terutama wajah bagian bawah. Rasa nyeri tersebut terasa seperti nyeri menusuk atau tersengat listrik, yang berlangsung dari beberapa detik hingga sekitar dua men it.

Umumnya, nyeri akan muncul pada pipi, rahang, gusi, gi-gi, atau bibir. Rasa nyeri ini juga terkadang dapat terasa pada mata dan da-hi.

Rasa nyeri Pad A trigeminal neuralgia dapat berupa:

  1. Terasa serupa dengan tersengat listrik, tegang atau K-Ram.
  2. Penderita dapat merasakan sakit pada satu area wajah atau menyebar ke seluruh wajah,
  3. Rasa nyeri dapat terjadi secara spontan atau dipicu gerakan tertentu, seperti bicara, tersenyum, mengunyah, menggosok gi-gi, mencuci muka, sentuhan lembut Pad A wajah, berdandan atau bercukur, berciuman, udara dingin, serta getaran Pad A wajah saat berjalan atau saat di dalam kendaraan.
  4. Trigeminal neuralgia disebabkan oleh terganggunya fungsi saraf trigeminal. Saraf trigeminal yang tertekan pembuluh darah di sekitarnya diduga menjadi penyebab kondisi ini. Tekanan tersebut menimbulkan gangguan fungsi Pad A saraf trigerminal.

Trigeminal neuralgia pada beberapa kasus bisa disebabkan oleh kelainan Pad A otak akibat luka atau cedera, efek dari prosedur pembedahan, stroke, tumefaction yang menekan saraf trigeminal, atau traumatization yang dialami oleh wajah.

Trigeminal neuralgia juga dapat terjadi akibat kelainan yang menyebabkan rusaknya selaput pelindung saraf bernama mielin, seperti pada penyakit multiple sclerosis, atau seiring proses penuaan.

Diagnosis Trigeminal Neuralgia

Guna melakukan diagnosis trigeminal neuralgia, dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai riwayat penyakit, awal munculnya nyeri serta gejala yang yang dialami pasien.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan kondisi saraf Pad A wajah. Pad A pemeriksaan tersebut, dokter akan mengetahui lokasi tepatnya nyeri atau cabang saraf trigeminal yang terganggu. Pemeriksaan ini dapat ditunjang dengan tes refleks untuk memastikan nyeri tersebut disebabkan oleh trigeminal neuralgia.

Untuk mengetahui penyebab dari gangguan trigeminal neuralgia ini, tes pencitraan MRI pada kepala, baik dengan maupun tanpa penyuntikan zat pewarna khusus (kontras) ke dalam pembuluh darah. Dengan demikian, dokter dapat memastikan penyebab kondisi ini.

Pengobatan Trigeminal Neuralgia

Setelah pasien didiagnosis menderita trigeminal neuralgia, dokter akan menentukan tindakan pengobatan menurut kondisi dan penyebab kondisi pasien. Tujuan pengobatan adalah mengendalikan rasa nyeri yang dirasakan penderita. Di sisi lain, pasien akan diberi saran untuk sebisa mungkin menghindari pemicu serangan tersebut, agar nyeri tidak bertambah.

Penanganan awal trigeminal neuralgia dimulai dengan pemberian obat, yang bertujuan mengurangi atau menghalangi sinyal rasa nyeri yang dikirim ke otak. Beberapa jenis obat tersebut, antara lain:

  1. Antikonvulsan, seperti carbamazepine, oxcarbazepine, lamotrigine, phenytoin, clonazepam, atau gabapentin.
  2. Obat antikonvulsan yang umumnya ditujukan untuk penyakit epilepsi, dapat diberikan untuk kasus ini dengan tujuan memperlambat impuls saraf sehingga mengurangi kemampuan saraf mengirimkan rasa nyeri K-E otak.
  3. Obat ini perlu dikonsumsi secara teratur dan dapat dihentikan saat rasa nyeri mereda atau mengalami perbaikan. Dosis obat dapat ditingkatkan atau diganti jika obat tersebut sudah tidak efektif. Efek samping yang mungkin muncul adalah mual, pusing, linglung, dan kelelahan.
  4. Suntikan botox atau botulinum toxin diduga dapat mengurangi rasa sakit yang tidak bisa ditangani dengan pemberian obat-obatan. Namun, metode ini masih perlu diteliti kembali.
  5. Obat antispasmodik, yaitu golongan obat yang dapat melemaskan otot dan dapat digunakan bersama carbamazepine. Contoh golongan obat ini adalah baclofen. Efek samping yang mungkin muncul yaitu mual, kelelahan, dan linglung.
  6. Metode lain untuk penanganan trigeminal neuralgia adalah operasi. Prosedur ini dapat dilakukan jika gejala tidak kunjung mereda atau muncul efek samping terus menerus dari konsumsi obat. Terdapat beberapa prosedur operasi yang bisa dilakukan untuk trigeminal neuralgia, antara lain:

Dekrompresi mikrovaskular (microvascular decompression). Melalui prosedur ini, pembuluh darah yang berhubungan dengan saraf trigeminal akan diangkat atau dipindahkan, kemudian sebuah bantalan akan ditempatkan di antara pembuluh darah dan saraf. Pad A kasus tertentu, dokter dapat memotong pembuluh darah yang menekan saraf trigeminal jika memang diperlukan. Beberapa risiko dari prosedur ini, yaitu pendengaran menurun, kelumpuhan, baal Pad A wajah, atau stroke.

Komplikasi

Bedah radiasi pisau gamma (gamma knife radiosurgery). Melalui prosedur ini, dokter akan memaparkan radiasi dalam dosis tertentu K-E akar saraf trigeminal untuk merusaknya, sehingga dapat mengurangi rasa sakit. Prosedur ini dapat diulang jika rasa nyeri menyerang kembali.

Rhizotomy. Prosedur ini dilakukan dengan merusak serabut saraf guna menghambat rasa nyeri. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk merusak serabut saraf adalah penyuntikan gliserol steril Pad A ganglion saraf trigeminal untuk merusak saraf tigeminal (glycerol shooter ), mengembangkan balon melalui selang kateter di dasar tulang tengkorak (Published compression), dan memasukkan jarum serta mengalirkannya dengan aliran listrik ringan pada dasar tulang tengkorak untuk merusak jaringan serat saraf (radio frequency thermal lesioning). Meski dapat mengatasi rasa nyeri, ketiga prosedur ini berisiko menyebabkan wajah menjadi mati rasa atau terasa kebas, perdarahan dan memar Pad A wajah, gangguan mata dan pendengaran pada sisi lokasi tindakan, bahkan Namun, hal tersebut jarang terjadi.

Penderita trigeminal neuralgia mungkin akan menemui kesulitan dalam menjalani kegiatan secara ordinary sehingga dapat memicu masalah kejiwaan, misalnya depresi. Dalam kondisi parah, penderita dapat sampai berpikir untuk bunuh diri.

Jalan Warung Jati Barat No.34, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now

Call 02179196999