Logo Klinik Lamina Pain and Spine Center
Jatuh Dalam Posisi Duduk - Klinik Nyeri dan Tulang Belakang

Awas, Ini Bahaya Jatuh dalam Posisi Duduk!

Jatuh dalam posisi duduk dapat sangat membahayakan dan menyebabkan risiko terjadinya patah tulang belakang. Penyebab jatuh duduk biasanya akibat terpeleset, jatuh dari ketinggian atau jatuh saat berolahraga. Ketika mengalami hal ini dan mulai muncul gejala nyeri di area tulang belakang, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk meminimalisir risiko lainnya yang mungkin timbul. 

Bahaya Jatuh dalam Posisi Duduk

Jatuh Dalam Posisi Duduk - Klinik Nyeri dan Tulang Belakang

Centers for Disease Control and Prevention (CDC): Satu dari lima orang yang terjatuh mengalami cedera serius seperti patah tulang ataupun trauma di kepala. 

Terjatuh dalam posisi duduk memang dapat terjadi pada siapapun, namun sangat berisiko pada orang-orang berusia lanjut (lansia). Para lansia biasanya menderita osteoporosis atau keropos tulang, yang akan membuat mereka rentan mengalami patah tulang belakang dan cedera tulang ekor saat jatuh. 

Patah tulang belakang adalah kondisi yang terjadi akibat adanya fraktur atau patah di area tulang belakang. Gejala yang timbul umumnya bervariasi tergantung pada lokasi spesifik fraktur, kondisi kesehatan, dan tingkat keparahan fraktur. 

Kondisi fraktur sebaiknya mendapatkan penanganan tepat. Sebab, jika tidak maka dapat berakibat pada trauma tulang belakang. Trauma tulang belakang dapat menurunkan fungsi tubuh, seperti pada sistem sensorik, kekuatan otot (motorik), dan sistem gerak. 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila Anda merasakan nyeri hebat di bagian tulang belakang hingga menyulitkan aktivitas seperti berjalan atau berdiri, maka berkonsultasilah dengan dokter ahli kami di Lamina Pain and Spine Center.

Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan, dengan terlebih dahulu menanyakan riwayat penyakit dan gejala yang muncul. Penanganan akan dilakukan berdasarkan hasil diagnosis penyakit.

Jika hasil diagnosis ternyata Anda mengalami patah tulang belakang, maka dokter biasanya akan menyarankan tindakan minimal invasif seperti kyphoplasty. 

Kyphoplasty atau balloon kyphoplasty adalah salah satu metode pengobatan yang dapat mengatasi keluhan patah tulang belakang, khususnya pada kondisi yang sudah parah. Cara kerjanya yaitu dengan memasukkan jarum dan balon ke bagian ruas tulang belakang.

Ketika jarum telah masuk, dokter akan mengembangkan balon untuk membuat ruang di tulang belakang. Selanjutnya, dokter akan memasukkan semen khusus ke bagian yang fraktur. Tujuannya yaitu untuk membuat tulang kembali ke posisi semula dan menguatkannya. 

Kelebihan kyphoplasty, antara lain merupakan tindakan non-bedah, waktu prosedur relatif singkat, risiko perdarahan minimal, hasil tindakan bisa langsung terasa, dan proses penyembuhan lebih cepat dari operasi besar. 

Baca juga: Awas, Patah Tulang Belakang Bisa Sebabkan Kelumpuhan!

Frequently Asked Questions (FAQ)

Bagaimana Akibat dari Fraktur jika Tidak Ditangani Dengan Tepat?Bagaimana Akibat dari Fraktur jika Tidak Ditangani Dengan Tepat?

Kondisi fraktur sebaiknya mendapatkan penanganan tepat. Sebab, jika tidak maka dapat berakibat pada trauma tulang belakang. Trauma tulang belakang dapat menurunkan fungsi tubuh, seperti pada sistem sensorik, kekuatan otot (motorik), dan sistem gerak.

Apa Itu Tindakan Minimal Invasif Kyphoplasty?

Kyphoplasty atau balloon kyphoplasty adalah salah satu metode pengobatan yang dapat mengatasi keluhan patah tulang belakang, khususnya pada kondisi yang sudah parah. Cara kerjanya yaitu dengan memasukkan jarum dan balon ke bagian ruas tulang belakang.

Apa Gejala Patah Tulang Belakang?

Patah tulang belakang adalah kondisi yang terjadi akibat adanya fraktur atau patah di area tulang belakang. Gejala yang timbul umumnya bervariasi tergantung pada lokasi spesifik fraktur, kondisi kesehatan, dan tingkat keparahan fraktur.

Artikel ini ditinjau oleh: dr. Yuti Purnamasari

Artikel Terkait