Dunia Akui Bedah Endoskopi Seperti di Klinik Lamina Tingkat Keberhasilannya Mencapai 90 Persen

JAKARTA — Mendengar istilah saraf kejepit atau syaraf terjepit, siapapun pasti akan gentar. Bagaimana mungkin, saraf yang bertugas menggerakkan organ seperti kaki dan tangan bisa terhimpit bantalan antar tulang belakang sehingga mengalami lemah, kebas bahkan tak mampu digerakan?

Mengerikan, karena mau tak mau aktivitas harian juga akan terganggu. Belum lagi membayangkan proses pengobatan yang lama dan menghabiskan banyak biaya. Padahal tak harus demikian.

Di Klinik Lamina Pain and Spine Center dengan berbagai pilihan pengobatan nyeri saraf dan tulang belakang paling mutakhir, masalah tersebut bisa diselesaikan dalam waktu paling lama 45 menit saja !

Pasien juga bisa langsung pulang, tanpa rawat inap yang menghabiskan biaya. Dengan anestesi atau pembiusan lokal dan sayatan dalam ukuran beberapa milimeter saja, pasien bisa punya harapan lebih besar untuk bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Berdasarakan masing-masing kasus, masalah saraf kejepit di Lamina bisa ditangani dengan

– Injeksi intra artikular, yakni suntikan kortikostedroid untuk mengurangi nyeri.

– Radiofrekuensi Abalasi (RF) yakni penggunan gelombang radio untuk menghilangkan nyeri.

– Penggunaan laser pada Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD)

– Bedah endoskopi pada Percutaneus Endoscopy Lumbar Discectomy (PELD)

Bahkan untuk kasus saraf kejepit di area leher atau servikal di Lamina, sudah bisa dilakukan Percutaneous Endoscopy Cervical Discectomy (PECD) yang dilakukan dari leher depan (anterior). Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS yang mengomandoi Klinik Lamina sudah berhasil melakukan prosedur ini hingga beberapa kali sejak tahun lalu dengan hasil sukses.

Tulang belakang adalah bagian terpenting dalam tubuh manusia. Selain fungsinya yang penting tulang belakang juga berisiko mengalami cedera. Bisa hanya karena salah posisi saat tidur, atau karena salah teknik saat mengangkat beban berat atau berolah raga.

Ada banyak kegiatan sehari-hari yang bisa menyebabkan stres di saraf dan tulang belakang yang bisa menyebabkan masalah jangka panjang.

Orang dalam usia berapa saja kini bisa terserang masalah tulang belakang. Jika pada orang berusia lanjut masalah tulang belakang bisa terjadi karena proses penuaan, hasil pengamatan menyebutkan orang yang berusia lebih muda juga bisa terserang karena postur yang salah, penggunaan gadget dan obesitas.

Masalah tulang punggung yang paling signifikan adalah spinal stenosis (penyempitan ruang di tulang belakang, sehingga membebani akar saraf dan Herniated Nucleus Pulposus (HNP- atau saraf kejepit)

Dulu, penanganan untuk kedua keluhan ini melibatkan pembedahan invasif yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Kini dengan inovasi prosedur pembedahan minimal invasif pasien punya lebih banyak harapan. Para ahli bedah saraf seperti para ahli di Lamina Pain and Spine Center bisa memperbaiki masalah saraf dan tulang belakang itu dengan menggunakan sayatan yang lebih kecil.

Prosedur endoskopik, termasuk teknik bedah minimal invasif yang dilakukan melalui lensa atau kamera kecil. Teknik ini tak hanya mengurangi risiko kerusakan jaringan yang lebih besar, tapi juga cocok buat pasien berusia lanjut yang mungkin mengidap diabetes dan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Keuntungan sayatan bedah yang sangat kecil (kurang dari 1 centimeter) dan penggunaan kamera resolusi tinggi kini semakin membaik untuk waktu pemulihan bagi pasien.

Bedah endoskopi tulang belakang disebut bisa menyelesaikan kasus bone spurs (tulang taji), membuka saraf dan menyembuhkan dan menghilangkan berbagai keluhan seputar herniated diskus atau saraf kejepit dengan sayatan akurat yang tak lebih besar dari diameter uang logam.

Para ahli telah lama mengamati bahwa bedah endoskopi tulang belakang memberikan tingkat kesuksesan sampai 90 persen.

Termasuk pula di Lamina Pain and Spine Center seperti yang disampaikan para ahli yang telah menjalankan prosedur ini seperti misalnya Dr. Mahdian Nur Nasution.

Para ahli medis masa kini semakin banyak yang menyarankan layanan bedah endoskopik untuk saraf dan tulang belakang untuk pasien yang mengalami nyeri punggung dan kaki yang parah.

Prosedur ini juga direkomendasikan untuk pasien yang ingin bisa cepat kembali ke aktivitas sehari-hari seperti semula. Bisa juga untuk pasien yang telah mengalami kegagalan dalam penanganan dengan prosedur pembedahan lain sebelumnya.

Dalam studi Global Endoscopy Device Industry terindikasi bahwa ‘pasar’ untuk pengobatan nyeri pungung dengan endoskopi pada CAGR diharapkan meningkat 6,2 persen selama 2018-2023. Hal itu mengingat bahwa memang ada peningkatan prevalensi atau angka kejadian pada penyakit yang membutuhkan endoskopi untuk diagnosis dan teknologi tingkat tinggi dalam sektor layanan kesehatan. Artinya semakin banyak pasien yang lebih memilih bedah minimal invasif.

Sebagai informasi, CAGR (Compound Annual Growth Rate) adalah terminologi spesifik dalam bidang investasi yang berisi ratio geometrik progres dari sebuah bisnis. CAGR memang bukan istilah akunting, tapi sering digunakan untuk menggambarkan elemen bisnis, mulai dari keuntungan, tingkat produksi atau layanan, pengguna yang terdaftar, dan sebagainya dibandingkan dengan industri di sektor serupa.

Menurut Dr. Dae Won Cho, MD, konsultan bedah tulang belakang di Himchan UHS Spine and Joint Center, tiap pasien memang semestinya punya pilihan untuk penanganan keluhan nyeri punggungnya berdasarkan usia, penyebab nyeri, durasi, pengalaman menjalani treatmen sebelumnya dan karir.

Tapi menurut Won Cho, saat ini prosedur yang paling kuat hasilnya adalah bedah endoskopi. Karena bisa diaplikasikan di berbagai gejala dan situasi terkait tulang belakang. Namun menemukan ahli yang tepat
adalah hal kedua yang juga penting selain memutuskan untuk melakukan bedah endoskopi untuk tulang belakang

Di Lamina Pain and Spine Center saat ini banyak ahli yang bisa melakukan bedah endoskopi untuk masalah-masalah tulang belakang. Selain Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS yang hingga akhir 2018 saja sudah melakukan 170 kali tindakan PELD yang sukses, ada pula Dr. Yosi Yudha, SpBS dan Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS.

Apalagi ketiga dokter dan beberapa ahli lainnya yang tergabung di Lamina Pain and Spine Center saat ini berpraktek tak hanya di satu tempat. Selain di Lamina Pain and Spine Center di Jl. Warung Jati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan yang dulu bernama Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, klinik tersebut juga ada di dua tempat lain.

Yakni di Lamina Pain and Spine Center RS. Meilia Cibubur dan Lamina Bunda di RS Bunda, Menteng. Dengan teknologi medis pendukung mutakhir, berbagai keluhan seputar nyeri dan masalah tulang belakang bisa ditangani dengan treatment yang tepat, dan sesuai kenyamanan pasien.

Ketika di dunia mulai mengenal teknologi pembedahan tulang belakang dengan endoskopi, ternyata tak hanya menghasilkan penyembuhan yang lebih cepat, aman dan efektif.

Tapi juga harapan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien, demikian dilaporkan oleh Tim Riset Bersama di Rumah Sakit Himchan Korea. Tim ini pada 2018 lalu telah mengajukan dua disertasi yang kemudian dipilih oleh jurnal akademik SCI(E). (***)

endoskopi peld Lamina Klinik

RS Meilia, Lantai 7, Jl. Alternatif Cibubur KM1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat 16454

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2867-8888

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now